Sukses

Gunungkidul Zero Covid-19, Bupati Sunaryanta Apresiasi Nakes dan Relawan

Liputan6.com, Gunungkidul Gunungkidul kembali catat angka pasien covid-19 nol pada awal tahun 2022 ini. Hal ini sebagi bentuk kerja keras para Nakes dan relawan yang telah berjuang dalam pencegahan hingga penanganan kasus Covid-19 sejak pertama kali masuk Gunungkidul hingga saat ini.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyampaikan dalam bicaranya mengapresiasi yang setinggi-tingginya tercapainya angka nol kasus Covid-19 di Gunungkidul. Hal ini adalah benteng yang luar biasa dalam kondisi Daerah Istimewa Yogyakarta masih Level 2.

“Saya menghargai seluruh Forkompinda, nakes, dan relawan telah menanggulangi Covid-19 di Gunungkidul ini,” kata Suaryanta.

Bupati menuturkan bahwa 2 tahun ini sejak pertama kali kasus Covid-19 masuk ke Gunungkidul, para Nakes dan Relawan dari tingkat kabupaten hingga Desa berjibaku dalam pencegahannya. Bahkan ada beberapa wilayah yang di Lockdown.

“Tentunya ini adalah perjuangan bersama, bukan hanya nakes atau relawan saja. Warga masyarakat saya apresiasi juga,” tuturnya.

Bupati menilai bahwa apa yang diraih saat ini bukan akhir dari perjalanan, namun ini adalah tahap berikutnya dalam pencegahan dan penularan Covid-19 yang lebih matang. Hal yang paling penting menurut Bupati adalah kewaspadaan.

“Meskipun hal ini adalah upaya, namun kewaspadaan terhadap penyebaran dan pencegahan tetap dilakukan,” ujar Bupati Sunaryanta.

Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap kondisi nol kasus ini tetap dipertahankan. Itu sebabnya saya berharap masyarakat tetaplah protokol kesehatan (prokes) saat beraktivitas mengingat masih tetap terjadi.

"Saya kira masyarakat sudah tahu bagaimana menjaga (prokes) dan tetap akan kita lakukan bersama," ujarnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Kata Kadinkes

Menurut Kepala Dinas Kesehatan, Dewi Irawaty, zero kasus Covid-19 di Gunungkidul adalah kerja bersama. Baik dari Pemerintah Daerah hingga para relawan yang berada ditingkat Desa.

“Meskipun tidak ada pasien Covid-19, tapi jangan larut dalam kegembiraan, masih perlu waspada,” kata Dewi.

Namun ia mengingatkan bahwa angka nol ini bisa berubah alias dinamis. Sebab potensi masih bisa terjadi, apalagi aktivitas dan mobilitas warga sudah meningkat kembali.

"Tetap tidak boleh lengah, dan kami pun dari kesehatan tetap siaga," kata Dewi.

Adapun kemarin dilaporkan satu-satunya konfirmasi positif COVID-19 dinyatakan sembuh. Sembuhnya pasien ini membuat tidak ada lagi kasus aktif yang tercatat.

Selama dua pekan terakhir pun Gunungkidul tidak mencatatkan kasus konfirmasi positif baru. Secara latar belakang Gunungkidul mencatatkan 17.998 kasus konfirmasi positif COVID-19.

Disinggung terkait Omicron, penilaian virus secara umum, apa pun varians yang memiliki cara pencegahan dan penanganan yang sama.

"Tidak ada perbedaan untuk penanganan dan pencegahan, apa pun variannya," kata Dewi.

Menurutnya, banyaknya varian baru dari COVID-19 merupakan upaya virus tersebut untuk bertahan. Antara lain dengan bermutasi menjadi jenis yang lebih kuat atau lebih lemah. Dewi pun memperkirakan varian baru dari COVID-19 akan terus bermunculan ke depan.

“Apalagi saat ini saja, sudah ada belasan varian dari kelompok virus Corona tersebut, Cuma memang yang jadi perhatian hanya beberapa seperti Delta dan Omicron,” ujarnya.

Hingga kini, Dewi mengatakan belum menerima laporan keberadaan varian Omicron di Gunungkidul. Namun bukan berarti lengah, apalagi saat ini kondisinya nol kasus.

Ia menyatakan fasilitas kesehatan tetap siap melayani penanganan COVID-19. Prinsip 3T (Testing, Tracing, Treatment) pun dipastikan tetap berjalan.

"Testing dilakukan secara situasional, sedangkan tracing dilakukan jika ada kasus," jelas Dewi.

Selama 2 hari berturut-turut termasuk hari ini, Gunungkidul mencatat nol kasus aktif dan konfirmasi positif baru. Berdasarkan latar belakang 17,998 konfirmasi positif dengan rincian 16,965 sembuh dan 1,033 kasus meninggal dunia.