Sukses

Aksi Warga Indragiri Hilir Keluarkan Remaja dari Mulut Buaya di Sungai

Liputan6.com, Pekanbaru - Seorang bocah di Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, meninggal dunia diterkam buaya. Saat kejadian, korban tengah mandi pada Selasa siang, 14 Desember 2021.

Kejadian buaya menerkam manusia ini dibenarkan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau. Petugas sudah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan setempat.

"Petugas sudah menghimbau agar masyarakat tidak mandi ataupun berenang pada jam tertentu, apalagi saat air sedang pasang," kata Kabid Wilayah I BBKSDA Riau Andri Hansen Siregar, Rabu petang, 15 Desember 2021.

Andri menjelaskan, sungai di lokasi saat ini sedang mengalami pasang besar. Hal ini membuat buaya keluar dari sarangnya, apalagi daerah itu memang habitatnya.

"Daerah itu merupakan habitat buaya muara," kata Andri.

Andri menyebut buaya menyerang manusia di Kabupaten Indragiri Hilir sudah dua kali dalam beberapa pekan terakhir. Pihaknya bersama dinas pemadam juga pernah mengevakuasi buaya yang menyerang warga saat buang air.

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Terjun ke Sungai

Berdasarkan informasi dari kepolisian yang diterima BBKSDA, korban bernama M Rafi. Lokasinya di Sungai Kateman, persisnya di belakang rumah warga bernama Bambang Herianto.

Saat itu, korban ingin mandi bersama dua temannya, Zulpandi dan M Ikhsan. Sebelum mandi bersama, korban lebih duluan terjun ke sungai sedangkan dua temannya itu masih berada di daratan.

Tidak lama setelah terjun, korban berteriak minta tolong. Dua temannya tadi melihat tubuh Rafi diseret ke tengah sungai oleh buaya. Tidak lama kemudian, dua teman korban mencari bantuan warga.

Setelah itu, warga datang membantu korban menggunakan perahu mesin. Warga mendekati tubuh korban yang tengah berada di mulut buaya.

Seorang warga sempat menghujamkan alat pengangkut buah sawit kepada tubuh buaya agar tubuh korban dilepaskan. Buaya melepaskan gigitan dan tubuh korban sempat timbul serta tenggelam dua kali.

Satu jam pencarian barulah tubuh korban ditemukan lalu dievakuasi. Korban sempat dibawa ke klinik tapi kemudian dibawa keluarga ke rumah karena sudah meninggal dunia.