Sukses

'Walama' Pameran Seni Rupa Gorontalo di Era Pandemi Covid-19

Liputan6.com, Gorontalo - Setelah dua tahun jalan di tempat akibat pandemi Covid-19, Galeri Riden Baruadi melalui Komunitas Perupa Gorontalo (Tupalo) kembali mengadakan pameran. Kegiatan seni rupa ini didukung oleh PT Bank UOB Indonesia dan terbuka untuk umum, mulai tanggal 18 hingga 28 Oktober 2021.

Pameran kali ini bertajuk 'Walama #2' atau seri kedua dengan melibatkan 35 seniman yang menjadi peserta pameran. 15 di antaranya adalah seniman dari Yogyakarta dan Bali.

Sebagaimana yang tercantum pada tajuknya, pameran kali ini sudah yang kedua. Pameran 'Walama' yang pertama telah dihelat dua tahun sebelumnya, tepat pada September 2019, di Kota Batu, Jawa Timur.

Pada pameran keduanya ini, Walama tetap diselenggarakan dengan format yang sama, yakni menghadirkan karya-karya seniman jejaring Tupalo, yang berada di kantung-kantung seni Indonesia, seperti Yogyakarta dan Bali.

Menurut para penggagas pameran, geliat kesenian khususnya di bidang seni rupa di Gorontalo sudah mengundang perhatian dunia seni Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Terbukti dari beberapa pameran kolaboratif yang berulang kali telah dilakukan oleh Tupalo bersama komunitas seni yang ada di Indonesia.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

 

Simak Video Pilihan Ini:

2 dari 2 halaman

Membangun Jejaring

Pameran ini diharapkan dapat menciptakan kondisi saling mengisi antara seniman di Indonesia. Terutama antara daerah yang baru menggeliatkan aktivitas seni di daerah.

"Spirit yang kami ambil di situ [Walama] adalah membangun jejaring agar bisa saling mengisi. Kita [seniman Gorontalo] diharapkan dapat duduk bersama dan saling dukung dengan seniman-seniman dari luar Gorontalo," kata Awal, salah satu seniman Gorontalo.

Sementara menurut Wayan Seriyoga Parta, kurator pameran, Walama #2 menjadi semacam pembuktian bahwa Gorontalo mampu mengambil kesempatan dalam mengembangkan geliat berkesenian di luar kantung-kantung seni yang telah ada sebelumnya di Indonesia.

"[Pameran] ini menurut saya adalah sebuah solidaritas baru antar sesama seniman di Indonesia di masa pandemi. Bahwa karya dari seniman yang mempunyai capaian di tingkat nasional hadir di momen ini," ujarnya.