Sukses

ITB Mulai Kuliah Tatap Muka, Prioritaskan Mahasiswa yang Sudah Divaksin

Liputan6.com, Bandung - Institut Teknologi Bandung (ITB) mulai menerapkan transisi perkuliahan tatap muka, Senin (27/9/2021). Sebelumnya, perkuliahan selama kurang lebih 18 bulan dilakukan secara daring disebabkan pandemi Covid-19.

Rektor ITB Reini Wirahadikusumah mengatakan, kendati dalam masa pandemi, tri darma perguruan tetap dijalankan.

“18 bulan tidak belajar di kampus. Selama waktu itu, kegiatan seperti pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat telah dilakukan. Learning outcomes secara umum memadai,” katanya di kampus ITB Jalan Ganesha, Kota Bandung, Senin (27/9/2021).

Reini melanjutkan, ITB sangat serius ingin menyelenggarakan perkuliahan tatap muka. Untuk itu, kegiatan PTM telah dipersiapkan dengan baik dengan cara mengikuti setiap peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah.

Dia menambahkan, tim Satgas Covid-19 ITB terus menjalin koordinasi di internal dan dengan pihak eksternal. Selain itu, ITB juga tetap waspada terhadap penyebaran pandemi.

"Dalam pelaksanaan perkuliahan tatap muka, ITB akan senantiasa mengevaluasi kalau terdapat hambatan," ujarnya.

 

 

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Membangun Atmosfer Akademik

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Jaka Sembiring mengatakan, perkuliahan tatap muka diselenggarakan untuk meningkatkan atmosfer akademik. Namun dalam pelaksanaannya, keselamatan bagi seluruh civitas akademika menjadi hal yang utama.

“Kegiatan PTM ini bukan bersifat euforia melainkan telah diukur untuk meningkatkan dan membangun kembali atmosfer akademik,” kata dia.

Jaka menjelaskan, bahwa selama kurang lebih 18 bulan menjalankan perkuliahan secara daring disebabkan pandemi, tentu terdapat pengaruhnya bagi capaian pembelajaran. Namun, kuliah tatap muka belum bisa diselenggarakan secara sekaligus.

Oleh karena itu untuk semester ini, ITB memprioritaskan untuk kegiatan praktikum, workshop, kuliah lapangan, atau kegiatan-kegiatan yang experiential learning. Prioritas kedua adalah mahasiswa yang akan melaksanakan sidang. Untuk mencari referensi, ITB telah membuka perpustakaan yang dibatasi dengan kapasitas 25 persen.

"Kami mendorong semua sivitas akademika untuk menjadi duta prokes sehingga disiplin dalam pelaksanaan PTM dapat menjadi contoh bagi warga di sekitar,” cetus Jaka.

Bagi mahasiswa yang akan masuk kampus, ITB mewajibkan sudah divaksin minimal satu kali. Berdasarkan hasil survei, sekitar 70 persen mahasiswa sudah divaksin. Namun bagi yang belum, ITB mengingatkan untuk segera vaksin karena hal tersebut merupakan kewajiban pribadi setiap mahasiswa.

“Banyak program vaksinasi di luar, namun bisa dibantu oleh ITB untuk menyalurkan vaksinasi. Mulai hari ini kita membiasakan kebiasaan baru, Lindungi ITB, kita peduli, kita lindungi sivitas ITB membiasakan kebiasaan baru,” kata Jaka.