Sukses

Penanganan Covid-19 Sumbar Masih Terkendala Ketersediaan Oksigen

Liputan6.com, Padang - Sejumlah kendala dihadapi Pemerintah Sumatera Barat dalam penanganan pandemi Covid-19. Salah satunya adalah ketersediaan pasokan oksigen.

Kebutuhan oksigen di rumah sakit yang ada di provinsi ini tak sebanding dengan pasokan yang ada. Jika dirata-ratakan, kebutuhan oksigen per hari mencapai 22 ton untuk memasok sekitar 101 rumah sakit.

Sementara, ketersediaan oksigen hanya separuh dari jumlah tersebut. Akibatnya penanganan pasien Covid-19 menjadi tidak optimal.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan sulitnya pemenuhan kebutuhan oksigen ini disebabkan beberapa hal, antara lain terbatasnya perusahaan penyedia transportasi liquid oksigen.

Kemudian terbatasnya isotank penyedia dan kurangnya tabung-tabung oksigen di rumah sakit. Namun Pemprov Sumbar tetap berupaya agar ketersediaan oksigen bagi pasien Covid-19 di Sumbar dapat terpenuhi.

"Kita upayakan sebisa mungkin, termasuk menjalin komunikasi dengan banyak pihak terkait pasokan oksigen ini," kata Mahyeldi, Selasa (10/8/2021).

 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Satgas Oksigen Sumbar

Untuk menangani permasalahan oksigen ini, Pemerintah Sumbar juga telah membentuk Satgas Oksigen. Satgas sudah mulai bekerja dan diharapkan mampu pro aktif memenuhi kebutuhan.

Ia meminta rumah sakit di Sumbar juga terus berkoordinasi dengan satgas terkait pemenuhan kebutuhan oksigen, pihaknya menyediakan nomor hotline di nomor 081374171675 (Beniara) dan 081374474547 (dr. Fionaliza).

Hal ini diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pasien Covid-19 yang membutuhkan oksigen, baik yang dirawat di rumah sakit ataupun yang tengah menjalani isolasi mandiri.

"Beberapa waktu lalu bantuan konsentrator oksigen dari presiden, ventilator dari BNPB dan juga liquid oksigen dari Riau juga telah diterima, ini sangat membantu sekali," jelasnya.

Namun demikian, Mahyeldi menyampaikan secara umum penanganan Covid-19 di Sumbar masih terkendali dan akan terus dilakukan berbagai upaya yang dianggap perlu dan penting untuk penanganan covid-19 dimaksud.

Dari 4 kota (Padang, Padang Panjang, Bukittinggi dan Solok) yang sebelumnya masuk ke dalam PPKM level 4, lanjutnya saat ini hanya tinggal Kota Padang yang belum ke luar.

"Mari kita patuhi prokes, serta tingkatkan iman dan imun, kita bisa melewati pandemi ini," ia menambahkan.