Sukses

BBKSDA Riau Ungkap Hasil Bedah Gajah yang Ditemukan Mati di Kebun Warga, Diracun?

Liputan6.com, Pekanbaru - Seekor gajah terpisah dari kawanan menemui ajalnya di sebuah kebun tak jauh dari rumah seorang warga. Gajah betina ini menambah daftar kematian satwa langka setelah berkonflik dengan manusia.

Petugas medis dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau sudah melakukan bedah bangkai atau nekropsi. Petugas sudah memeriksa organ dalam dan mengambil sampel darah gajah mati itu.

Menurut Kepala BBM Riau Suharyono, kematian gajah berusia sekitar 45 tahun itu karena ada gangguan pada organ hati. Sistem pernapasan gajah juga terganggu sebelum mati.

"Sampel darah sudah diambil dan masih proses analisa di laboratorium Bogor, hasilnya masih ditunggu," kata Suharyono, Kamis (17/6/2021).

Suharyono menjelaskan, gajah itu mulai terlihat oleh masyarakat pada akhir Desember tahun lalu. Kala itu, gajah betina tersebut masih bersama kawanannya yang berjumlah 17 ekor.

"Terdiri dari delapan ekor gajah jantan dewasa, enam gajah betina dan tiga anakan," kata Suharyono.

Saat kawanan bergerak ke lokasi lain, gajah betina tadi tertinggal. Satwa berbelalai panjang itu malah menghampiri kebun masyarakat sekitar.

 

2 dari 3 halaman

Sudah Tua

BBKSDA bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan yayasan TNTN terus memantau kondisi gajah. Karena sudah tua dan lamban bergerak, petugas meminta masyarakat sekitar untuk tidak mengganggu.

Selama pemantauan, petugas juga sering kehilangan jejak gajah. Namun beberapa hari kemudian ditemukan lagi setelah mendapat informasi dari masyarakat sekitar.

"Bahkan kadang ditemukan sedang berada di kebun warga," ucap Suharyono.

Pemantauan berlangsung hingga mendekati akhir Mei 2021. Akhirnya pada tanggal 24 Mei, petugas menemukan gajah itu sudah tak bernyawa di sebuah kebun.

"Kebun karet, dekat dengan perumahan karyawan di sana," kata Suharyono.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: