Sukses

Kantor SAR Maumere Cari Awak untuk Kapal Rescue Kelas 2

Liputan6.com, Sikka - Memiliki wilayah kerja yang luas, dengan wilayah yang berpotensi rawan bencana alam baik di laut maupun di darat kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere mendapatkan bantuan satu buah kapal rescue Kapal Negara (KN) SAR Puntadewa 205.

Bantauan satu buah Kapal Rescue KN SAR Puntadewa diberikan oleh Basarnas melalui Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Kapal KN. SAR Puntadewa 205 itu sudah tiba di Pelabuhan Lorens Say Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) Senin,31 Mei 2021 pukul 9.30 wita.

Sesuai dengan rencana kapal tersebut akan diresmikan pada tanggal 14 Juli 2021 mendatang oleh Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas), Marsekal Madya TNI, Henri Alfiandi.

“Akan tetapi, bila terjadi kecelakaan di wilayah perairan Flores, KN SAR Puntadewa langsung akan difungsikan untuk operasi SAR,” ungkap Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, I Putu Sudayana ditemui Liputan6.com saat memantau langsung KN SAR Puntadewa 250 dipelabuhan Lorens Say Maumere, Kamis(10/6/ 2021) siang.

Dikatakannya KN SAR Puntadewa 250 merupakan jenis kapal rescue yang akan digunakan pada saat operasi pencarian dan penyelamatan khususnya di wilayah perairan (laut).

"Jadi, kapal ini difokuskan untuk operasi pencarian dan penyelamatan, bukan yang lainnya,"sebutnya.

 

2 dari 4 halaman

Spesifikasi Kapal Rescue

KN SAR Puntadewa 250 merupakan kapal kelas dua, memiliki panjang 40 meter dan lebar 7 meter. Memiliki daya jelajah mencapai 1.300 nautical mile, dengan kecepatan maksimumnya 32 knot dan kecepatan rata-rata yang digunakan dari 20 hingga 22 knot.

"Kapal ini memiliki peralatan komunikasi, ada ecdis, echo sounder, ups tracking, naptech (navigasi) yang bisa mematau kondisi cuaca rill pada saat itu, juga dilengkapi dengan alat keselamatan lain seperti lifefraft,” dia menjelaskan.

Lebih lanjut ia mengatakan bila terjadi emergensi, kapal ini bisa gunakan lifefraft untuk menyelamatkan seluruh kru dan penumpang di dalamnya. Kemudian ada sea raider, life jacket, dan sekoci-sekoci juga disiapkan.

Untuk wilayah operasi kapal tersebut, jelas I Putu Sudayana, akan difokuskan untuk wilayah kerja Kantor Basarnas Maumere, Larantuka, Lembata hingga Alor. Sedangkan, untuk wilayah ke arah barat Maumere, akan dibackup oleh KN SAR Purworejo yang berada di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

“Kantor SAR Maumere memiliki wilayah kerja yang cukup luas yatu dari Labuan Bajo hingga ke Alor,” bebernya.

Meski demikian, tidak menutup kemungkinan apabila adanya operasi SAR di daerah perbatasan dengan Kantor SAR lainnya, maka KN SAR Puntadewa 250 juga bisa digerakan.

"Dengan adanya kapal ini, suatu saat ada kecelakaan laut di wilayah perbatasan kerja antara SAR Maumere dan SAR Makasar maka tidak menutup kemungkinan kapal ini juga akan dikerahkan. Jadi semua alutsista yang ada di Basarnas, bisa membackup dan saling mendukung dalam pelaksanaan operasi SAR nanti," katanya.

Saat ini, Kantor Sar Maumere memiliki tiga kapal yakni, kapal kelas satu yang disiagakan di Labuan Bajo (KN SAR Purworejo), yang panjangnya 60 Meter dan dilengkapi dengan peralatan rescue, serta ada helipadnya (landasan untuk helikopter).

KN SAR Puntadewa 250 yang stand by di Maumere dan Kapal Rescue Boat 36 Meter, yang juga siaga di Pelabuhan Wuring, Maumere.

Selain itu Basarnas mempunyai kapal respons cepat namun jarak yang ditempuh lebih pendek yaitu, dengan menggunakan sea raider/RIB (Rigid Inflatable Boats).

"Kita punya 5 buah RIB, dua buah di Labuan Bajo, dua buah di Maumere dan satu buah di Alor. Dalam tahun ini, akan ada penambahan dua buah RIB lagi, yang akan ditempatkan di Alor," ucapnya.

"Selanjutnya, ada hibah dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak satu unit RIB, yang ditempatkan di Labuan Bajo. Jadi nanti disana ada 5 RIB yang stand by," kata dia lagi.

 

3 dari 4 halaman

Kekurangan Kru Kapal Rescue

Sudayana menjelaskan, Kantor Basarnas Maumere juga akan mengusulkan jetski, yang rencananya akan ditempatkan di daerah-daerah wisata pantai, seperti beberapa wisata pantai di Maumere, Labuan Bajo dan juga tempat lainnya.

Saat ini KN SAR Puntadewa 250 baru memiliki 13 orang kru dan jumlah itu belum memenuhi target.

Karena idealnya, kapal kelas dua seperti ini harusnya memiliki 19 orang kru. Sehingga, pihaknya masih membutuhkan enam orang kru lagi.

"Tetapi kalau ditambah lagi dengan rescue boat yang ada di Wuring, mereka juga mengawaki kapal ini. Jadi 13 orang kru saat ini, mengawaki dua buah kapal," ujarnya.

Terkait berbagai alutsista yang ada saat ini, sebut I Putu Sudayana, pihaknya masih membutuhkan alutsista yang berada di luar kapal, terutama di darat.

Dikatakannya sebab wilayah Flores, Lembata dan Alor juga merupakan wilayah pegunungan yang sering terjadi bencana lonsor yang disebapkan oleh banjir bandang dan erupsi gunung berapi. maka alutsista darat juga sangat diperlukan.

"Saat ini kita sangat membutuhkan alutsista darat seperti peralatan modenering, kendaraan-kendaraan double cabin yang lebih, kemudian motor-motor trail yang bisa langsung mengakses ke daerah-daerah di pegunungan apabila terjadi longsor," dia mengungkapkan.

Kalau alutsista di perairan, sudah cukup. Sehingga, tugas kita kedepan adalah bagaimana merawat alutsista yang sudah dipercayakan oleh Pimpinan Pusat yang ditempatkan di Maumere ini agar bisa bertahan lama.

4 dari 4 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: