Sukses

Polisi Bakal Periksa Kejiwaan Gadis Pembunuh Selebgram Makassar

Liputan6.com, Makassar - Aparat kepolisian akan memeriksa kejiwaan AA (19), mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri yang menjadi pelaku pembunuhan selebgram Makassar, Ari Pratama (24) di Wisma Topaz pada Jumat (5/3/2021). 

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Panakkukang, Iptu Iqbal Usman mengatakan bahwa alasan pihaknya hendak memeriksa kejiwaan gadis bertubuh mungil itu lantaran melihat kelainan tingkah laku saat menginterogasi AA. 

"Agak lain sifatnya," kata Iqbal, Sabtu (6/3/2021). 

Iqbal menjelaskan bahwa keterangan yang diberikan AA di hadapan penyidik berubah-ubah setiap kali ia ditanyai pertanyaan yang sama. Penyidik pun mengagendakan pemeriksaan kejiwaan pada pekan depan di RS Bhayangkara Makassar. 

"Kami akan lakukan tes kejiwaan pelaku ini pekan depan di RS Bhayangkara Makassar. Sembari itu, kami koordinasi ke P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Perempuan dan Anak) Kota atau Sulsel, untuk dilakukan trauma healing," ucap dia. 

Sementara itu, dari keterangan ibu AA, lanjut Iqbal, gadis belia yang nekat menghabisi nyawa Ari Pratama itu memang diketahui memiliki kelainan sifat sejak menginjak bangku Sekolah Menengah Atas. AA menjadi anak yang tak bisa diatur dan pemarah jika keinginannya tak terpenuhi. 

"Mulai sejak dia sekolah SMA hingga kuliah. Kalau keinginannya tidak diikuti, maka dia dia marah-marah," kata Iqbal," terang dia.

2 dari 3 halaman

Kronologi Pembunuhan

Terbunuhnya Ari Pratama, selebgram asal Kota Makassar di tangan teman perempuannya tengah jadi buah bibir. Betapa tidak, pemuda berusia 24 tahun itu tewas secara mengenaskan dengan luka tusuk di sekujur tubuhnya. 

Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Witnu Urip Laksana menjelaskan bahwa pelaku pembunuhan, AA (19), telah merencanakan untuk menghabisi nyawa Ari Pratama lantaran sakit hati. 

"Ini pembunuhan berencana," kata Witnu, Jumat (5/3/2021). 

Pertemuan Ari Pratama dan AA bermula ketika keduanya saling kenal melalui Instagram. Keduanya lalu bertukar nomor telepon hingga komunikasi mereka semakin dekat. 

"Berawal antara Pelaku dan korban saling kenal melalui media sosial (Instagram) lalu lanjut bertukar ke nomor HP dan bertemu," jelas Witnu. 

Keduanya kemudian memulai hubungan tanpa status, hingga berhubungan badan beberapa kali. Belakangan AA pun meminta kepastian kepada Ari Pratama, namun Ari Pratama justru mengaku hanya bermain-main kepada AA. 

"Itulah yang menyulut kekesalan pelaku," jelasnya. 

AA kemudian mengajak Ari Pratama untuk bertemu. Pertemuan itu pun memang direncanakan AA untuk menghabisi nyawa Ari Pratama. 

"Selanjutnya korban mengajak pelaku menuju Wisma Topaz," imbuhnya. 

Di dalam kamar wisma tersebut, AA dan Ari Pratama pun berbincang seolah tak ada dendam. Saat Ari Pratama lengah, AA pun langsung menghabisi nyawa Ari Pratama menggunakan pisau dapur yang ia selipkan di punggungnya. 

"Pelaku pun langsung melampiaskan dendamnya dengan cara menikam korban pada bagian dada secara berulang ulang kali," sebut Witnu. 

Setelah menusuk Ari Pratama menggunakan pisau dapur yang ia bawa. AA lalu bersembunyi di salah satu kamar kosong yang berada di Wisma Topaz. 

"Korban sempat keluar ke resepsionis untuk minta tolong. Sementara pelaku bersembunyi," terang Witnu. 

Resmob Polsek Panakkukang yang mengetahui kejadian itu pun langsung membawa Ari Pratama ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapat pertolongan pertama. 

"Resepsionis wisma yang melapor ke polisi. Nyawa korban tidak dapat diselamatkan," ucapnya. 

 

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: