Sukses

Menanam Mangrove, Menangkal Tsunami Megathrust di Pesisir Selatan Jawa

Liputan6.com, Banyumas - Bencana tsunami 2006 memorakporandakan pesisir selatan Pangandaran, Jawa Barat hingga Cilacap dan Kebumen, Jawa Tengah. Ratusan orang menjadi korban.

Namun, anomali terjadi di Pantai Ayah, Kebumen. Di tempat ini, tsunami tak berdampak besar, meski Pantai Ayah berhadapan langsung dengan Samudra Hindia. Hantaman tsunami itu diredam oleh tanaman mangrove yang kala itu sudah tumbuh dengan subur.

Berkaca dari pengalaman itu, mangrove dianggap sebagai bagian penting mitigasi tsunami yang berisiko terjadi kapan saja di pesisir selatan. Tak hanya untuk kepentingan ekologi, mangrove dinilai sebagai tanaman yang kuat untuk menahan atau setidaknya memperlambat saat tsunami menghantam daratan.

Taruna Tanggap Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah menanam ribuan bibit mangrove di daerah aliran yang bermuara di pantai selatan, Sungai Ijo – Sungai Gatel, Desa Nusadadi, Kecamatan Sumpiuh, Banyumas.

Koordinator Tagana Banyumas, Heriana Ady Chandra mengatakan penanaman Mangrove ini dilakukan untuk mewujudkan green belt atau kawasan sabuk hijau tanaman mangrove di sepanjang bantaran DAS Ijo yang bermuara di Pantai Logending. Penamanam dilakukan mulai dari muara, naik ke hulu berjarak lebih kurang tujuh kilometer.

“Jumlah bibit yang ditanam sebanyak 80 ribu bibit yang dibagi di 3 wilayah Kabupaten, yaitu 20 ribu di Kab. Banyumas, 20 ribu di Kab. Cilacap dan 40 ribu di Kabupaten Kebumen, mengingat DAS Ijo ada di wilayah teritorial ketiga kabupaten tersebut,” katanya, Selasa (2/3/2021).

Penanaman Mangrove ini merupakan salah satu upaya mitigasi bencana ancaman gempa bumi megathrust di selatan Jawa yang tidak bisa diprediksi kapan terjadinya. Gempa bumi tersebut, berpotensi memicu tsunami raksasa di pesisir selatan Pantai Jawa.

Total ada sekitar 400 ribu bibit mangrove yang ditanam secara serentak di Jawa Timur, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Barat dan Banten, sampai tanggal 24 Maret 2021, sebagai peringatan HUT tagana Ke-17 Tahun 2021.

 

2 dari 3 halaman

Penanaman Mangrove di Kebumen dan Cilacap

“Dengan tema ‘Sinergi Bersama Multi Pihak Sukseskan TAGANA Menjaga Alam’ mudah-mudahan berjalan dengan lancar," ucapnya.

Mengingat wilayah Banyumas daerah penanaman mangrove sangat terbatas, maka 18 ribu bibit yang belum tertanam, akan ditanam di Kabupaten Kebumen atau Kabupaten Cilacap. Secara bertahap, Tagana Banyumas akan mengirimkan Tagana dan relawan lain yang siap bergabung dengan sistem rotasi hingga 24 Maret 2021.

Dia juga menjelaskan, penanaman mangrove ini merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Tagana. Kegiatan ini melibatkan unsur Tagana Kabupaten Banyumas, Camat Sumpiuh, Koramil Sumpiuh, Polsek Sumpiuh, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Pramuka Peduli Kwarran Sumpiuh, Pemuda Pancasila Kecamatan Sumpiuh, RAPI lokal Sumpiuh dan Perangkat Desa Nusadadi Kecamatan Sumpiuh.

“Penanaman Mangrove ini merupakan Penanaman Tahap Pertama dan telah ditanam 2.000 bibit, di mana bibit pohon mangrove berasal dari Kementerian Sosial RI,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, koordinator Tagana Kabupaten Banyumas juga memberikan tata cara melepas bibit dari tempatnya, menanam dengan ajir dan cara mengngikat bibit dengan ajir dan jarak tanam bibit menyesuaikan dengan kontur tempat penanaman.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan di Bawah Ini: