Sukses

Beredar CCTV Diduga Pembunuh Perempuan Bugil Tewas di Bali

Liputan6.com, Denpasar Seorang perempuan dalam keadaan tanpa busana atau bugil ditemukan tewas bersimbah darah dalam kamar kos nya di Jalan Tukad Batanghari, Panjer, Denpasar, Bali Sabtu (16/1/2021).

Korban yang diketahui berasal dari Subang, Jawa Barat itu bernama Dwi Farica Lestari tersebut ditemukan dalam keadaan bugil telungkup di lantai samping tempat tidur dengan banyak darah di sekeliling korban.

Kanit Reskrim Polsek Denpasar selatan (Densel), AKP Hadimastika Karsito Putro mengatakan paskapenemuan mayat perempuan dalam keadaan bugil tersebut, beredar di dunia maya CCTV yang memperlihatkan diduga pembunuh Dwi Farica Lestari. Dalam video CCTV durasi 13 detik itu nampak laki-laki mengenakan jaket berwarna merah, helm ojek online dan celana warna biru selutut. laki-laki tersebut menaiki tangga kos yang ditempati korban sambil sesekali melihat ke layar handphonenya.

Saat dikonfirmasi Liputan6.com terkait CCTV tersebut apakah benar di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Kanit AKP Hadimastika membenarkan jika itu berada di TKP pembunuhan wanita asal Subang, Jawa barat itu. "Iya Betul. Itu (CCTV) di TKP," tutur dia.

Di sisi lain, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol I Dewa Putu Gede Anom mengatakan saat olah TKP ditemukan jaket berwarna merah dan helm ojek online serta pisau lipat di dalam kamar korban. Diduga pisau lipat tersebut yang dipakai untuk membunuh korban.

Dari hasil olah TKP oleh korban ditemukan dalam keadaan bugil, di leher korban terdapat luka dan tiga luka di tenggorokan. Peristiwa dugaan pembunuhan tersebut terjadi pada Sabtu 16 januari 2021 pukul 02.30 Wita di tempat kejadian perkara (TKP) Thailia Homestay lantai 2. Korban ditemukan bugil bersimbah darah dalam kamarnya pertama kali oleh teman kosnya bernama Dianty, 22 tahun.

 

2 dari 2 halaman

Warna Jaket dan Helm di CCTV dan Olah TKP Sama

Sementara itu, dari keterangan saksi Dianty, bahwa sekitar Pkl 01.20 Wita korban makan dikamarnya. Selesai makan korban masuk kembali ke kamarnya dan pukul 01.40 saksi Dianty terjaga dari tidur karena ada suara teriakan dan berisik berupa bunyi suara kaki-kaki gedebuk gedebuk.

Sekira Pkl 01.46 wita, saksi mengaku memiliki firasat tidak enak, saksi bertanya melalui pesan whatsapp kepada Korban menanyakan keadaan. "Aman Yuk, gedebag gedebuk sih siapa, aman...," begitu isi pesan singkat saksi kepada korban, namun tidak mendapat respon.

Ia melanjutkan, dirinya sempat menghubungi korban tapi tidak diangkat. "Karena saksi takut dan terjadi apa-apa selanjutnya saksi menelpon penjaga rumah kos untuk menemani mengetuk dan mengecek korban," ujar Kanit Reskrim.

Selanjutnya, Saksi bersama penjaga kos mengetuk pintu, namun tidak ada jawaban. Karena pintu terkunci dari dalam. Kemudian penjaga kos mengintip lewat belakang masuk lewat kamar nomor 3 dan selanjutnya menyampaikan ke saksi banyak darah di lantai.

Karena mengetahui banyak darah akhirnya Dianty juga meminta tolong kepada saksi lain Willy Widya. Saat memeriksa kamar korban Willy juga kaget karena di kamar sudah banyak darah dan posisi korban bugil di lantai.

Karena takut selanjutnya saksi menghubungi pemilik kos bernama Eka dan memberi tahu di Room 1 ada pembunuhan. Kemudian para saksi menghubungi pihak kepolisian.