Sukses

Kolaborasi Manunggal TNI-Rakyat Jadi Kunci Bangkitnya Pariwisata Denpasar

Liputan6.com, Denpasar Desa Kesiman Kertalangu, Denpasar Timur adalah Daerah wisata di Kota Denpasar. Sejak dulu memiliki potensi wisata pemandangan persawahan dan subak. Namun karena akses infrastruktur yang kurang mendukung potensi wisata hamparan sawah indah di tengah Kota Denpasar ini belum maksimal.

Jika warga dulu ingin berkunjung ke persawahan ini, maka hanya akan melewati jalan setapak yang cukup dilalui satu orang. Para petani juga kesulitan membawa hasil panen mereka melewati area persawahan tersebut, lantaran belum adanya jembatan penghubung.

Padahal, jika saja ada jalan yang yang memadai para petani akan lebih mudah menjual hasil panennya karena akses jalan yang bagus untuk dilalui.

Melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke109 Komando Distrik Militer (kodim) 1619/Badung, Akses infrastruktur jalan menuju dan dari persawahan menuju desa dibangun. Kolaborasi TNI Manunggal bersama warga Desa Kertajiwa membangkitkan pariwisata di lokasi TMMD.

Komandan Kodim 1611/Badung, Kolonel Inf I Made Alit Yudana menjelaskan awal mula program TMMD di persawahan itu terwujud.

“Pengajuan sasaran TMMD diajukan pada tahun anggaran 2019. Akhirnya usulan TMMD disetujui dengan anggaran sebesar Rp483,5 juta dari APBD Kota Denpasar dan anggaran desa sebesar Rp1,2 miliar lebih. Ada lima sasaran dalam program TMMD ini,” kata Made di Denpasar, Senin (27/10/2020).

 

2 dari 3 halaman

Manfaat TMMD Langsung Dirasakan Masyarakat

Ada lima sasaran pokok pada kegiatan ini, pertama pembangunan jembatan yang menghubungkan Jalan Ulun Carik dan Jalan Bakung Banjar Kertajiwa dengan sertifikasi panjang 3 meter, lebar 2 meter. 

Kedua rabat jalan Ulun Carik sampai depan Pura ulun Carik Banjar Kertajiwa dengan sertifikasi panjang150 meter dan lebar 1,2 meter dengan volume 180 meter persegi rabat galian subak sampai dengan empelan subak embung Banjar Kertajiwa dengan sertifikasi panjang 350 meter dan lebar 1,2 meter dengan volume 420 meter persegi. Total rabat panjang 500 meter dan lebar 2,4 meter dan volume 600 meter persegi.

“Dulu di persawahan ini hanya ada jalan setapak. Sehingga masyarakat agak kesulitan membawa hasil panennya ke luar area persawahan. Dengan adanya akses infrastruktur yang sudah terbangun melalui program TMMD ke-109 ini mereka bisa langsung terhubung ke desa dengan mudah,” ujar Made.

Ketiga, penyenderan aliran air subak sampai dengan empelan subak Banjar Kertajiwa dengan panjang 700 meter, lebar atas 0,40 meter, lebar bawah 0,60 meter, tinggi 2 meter dengan volume 563 meter persegi dan bedah rumah 2 unit atas nama Wayan Riki dan Wayan Wardana. Keempat yakni kegiatan non fisik berupa penyuluhan dan sosialisasi keagamaan, bela negara, wawasan kebangsaan, terorisme dan paham radikalisme, lingkungan hidup dan kehutanan serta pertanian.

Kelima, personel yang dilibatkan meliputi tenaga tetap lapangan satu SSK Gabungan TNI-Polri dan Pemkot Denpasar berjumlah 150 orang, tenaga pendukung kegiatan fisik dari Desa Kesiman Kertalangu 50 orang per hari dan tenaga pendukung tidak tetap dari Pemda, Ormas, dan komponen masyarakat.

Program TMMD untuk membangun kelima program itu membutuhkan waktu selama satu bulan, sejak 4 Agustus hingga 9 september 2020.

"Mekanisme kegiatan secara bertahap dan berlanjut dengan didahului pelaksanaan pra TMMD dari tanggal 4 Agustus sampai dengan 9 September 2020. Karena perlu penguatan bangunan dengan pondasi dan untuk membuka jalan juga,” katanya.

Dalam program pembangunan TMMD, Kolonel Made menerjunkan 150 orang personelnya dan melibatkan personel gabungan dari polisi dan masyarakat setempat. “Kami juga dibantu oleh anggota kepolisian dan warga masyarakat,” tutur made.

Ke depan, Kolonel Made berharap kerja sama antara TNI dan Pemerintah (Pemkab) Badung dapat terus terjalin, baik melalui program TMMD dan program lainnya yang merupakan bagian penting dari pembinaan teritorial.

 

3 dari 3 halaman

Jadi Sejarah dari TNI Manunggal

Jauh hari sebelumnya Tim Dinas Penerangan Angkatan Darat dipimpin Ketua Tim Letkol Inf Abdon melakukan kunjungan ke lokasi TMMD di Desa Kesiman Kertalangu. Letkol Abdon mengatakan tujuan kunjungan ke lokasi TMMD dalam rangka menghimpun data penyusunan Buku Potret TMMD Tahun Anggaran 2020.

"Kita hadir disini di Desa Kesiman Kertalangu untuk melihat langsung pelaksanaan TMMD di lapangan dan melakukan testemoni terhadap pejabat terkait dari Pemerintah Kota Denpasar, Kepala Desa Kesiman Kertalangu dan juga  tokoh masyarakat setempat," kata dia.

“Kami apresiasi TMMD 109 di wilayah persawahan ini. Kita tau desa ini masuk kawasan desa wisata. Sehingga pelestarian melalui persawahan untuk mewujudkan kuaitas Desa Keratalangu sebagai desa wisata semakin maju,” ujarnya.

Sementara itu, banyak kesan dari sisi kebersamaan selama pelaksanaan TMMD ke-109 ini. Seperti diketahui TMMD 109 dikerjakan saat pandemi Covid-19 melanda dunia. Namun, dengan menerapkan protokol kesehatan pada kegiataan tersebut tidak menimbulkan cluster penyebaran baru.

Tak hanya warga Desa Kertajiwa dan Desa Wisata Kertalangu yang merasakan dampak baik dari infrastruktur yang yang menjadi penghubung karya TMMD Kodim 1611/Badung itu. Warga wisatawan lokal yang tengah berlibur di Bali pun merasakan imbas positif jembatan dan jalanan di tengah subak tersebut.

Eky Hendrawan salah satu wisatawan asal Makasar yang tengah berlibur di Bali bisa menikmati lari pagi ditengah-tengah area persawahan menuju Desa Wisata Kertalangu dengan nyaman. “Iya. Tahun lalu ke Bali belum ada jembatan penghubung ini. Dulu juga jalanannya Cuma setapak, tapi sekarang sudah ditata jadi jogging track. Jadi lebih aman kalau pas jogging di sini gak takut terpeleset karena track yang terlalu kecil,” ucap dia.

Senada, Perbekel Desa Kesiman Kertalangu Made Suena yang juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Satgas TMMD Ke109 Kodim 1611/Badung yang sudah membangun jalan, senderan, jembatan dan bedah rumah di wilayah desanya.

"Semoga apa yang telah dibangun oleh Bapak-Bapak TNI akan kami pelihara dan jaga dengan baik. Ini menjadi suatu sejarah dan kenang-kenangan yang tidak bisa kami lupakan,” tutur Made Suana.

"Kami sebagai tokoh adat sangat mengapresiasi kegiatan TNI Manunggal Mambangun Desa ini yang sangat luar biasa, di mana Banjar kami bisa terkenal dengan adanya kegiatan TMMD. Ini akan menjadi kenang-kenangan buat kami dan akan selalu diingat sepanjang waktu. Semoga tugas Bapak-Bapak TNI ke depan selalu dicintai rakyat dan teruslah membantu rakyat kecil seperti yang dikerjakan dalam TMMD ini," ujarnya.