Sukses

Demo Anarkis Berakhir Dramatis, Pelajar Nangis-Nangis Sungkem Orangtua

Liputan6.com, Kebumen - Aksi anarkis saat demonstrasi penolakan Omnibus Law UU Cpta Kerja di depan Gedung DPR Kebumen berakhir dramatis, sekaligus penuh haru.

Mendadak para pelajar yang sebelumnya garang bukan kepalang menjadi anak manis. Mereka mengungkapkan penyesalannya telah menyerang personel Polres Kebumen.

Para pelajar terduga pelaku anarkisme itu kemudian sungkem kepada orang tua, sembari memohon maaf. Sebelumnya, mereka dihipnoterapi secara massal oleh Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Para pelajar secara sukarela, tanpa paksaan, meminta maaf dan menangis serta tidak akan mengulang berdemonstrasi secara rusuh. Mereka menyesal menyerang polisi dan merusak fasilitas umum.

Para pelajar itu mengaku hanya ikut-ikutan dan terpancing melempari polisi dengan batu. Sebagian pelajar juga mengaku mengikuti demonstrarsi menolak Omnibus Law lantaran terpantik poster ataupun meme yang beredar viral di grup WhatsApp ataupun medsos lainnya.

Mereka meyakini apa yang dilakukan itu adalah aksi solidaritas. Mereka turut berdemonstrasi menolak UU Cipta Kerja. Sayangnya, beberapa di antaranya mereka berlaku anarkis.

"Maafkan saya Pak. Saya sudah bikin bapak kecewa. Saya tidak akan mengulanginya lagi," ucap salah satu pelajar saat sungkem kepada orangtuanya, Senin, 12 Oktober 2020.

 

2 dari 3 halaman

Tanggapan Orangtua

Terlihat pula para orang tua berkaca-kaca melihat anaknya mengakui kesalahan.

"Kami mohon maaf pak, atas ulah anak kami. Akan kami awasi lagi supaya tidak terulang," ucap orang tua.

Suasana Rupatama Mapolres Kebumen berubah haru. Mereka turut larut karena anaknya menyesal terlah berdemonstrasi secara anarkis.

"Kami berharap di kemudian hari, tidak terulang lagi. Semoga Kebumen Kondusif," ucap Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan.

Sebelumnya Polres Kebumen telah menangkap terduga pelaku anarkisme dalam demonstrasi UU Cipta Kerja di depan Gedung DPR Kebumen pada Jumat lalu.

Para perusuh yang ditangkap rata-rata adalah pelajar setingkat SMA. Mereka ditangkap lantaran menyerang polisi dan merusak fasilitas umum. Sejumlah fasilitas umum di Alun-alun Kebumen dilaporkan rusak dalam aksi itu.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: