Sukses

Semangat Teater Tjaroeban Cirebon Perjuangkan Ki Bagus Rangin Jadi Pahlawan Nasional

Liputan6.com, Cirebon - Gerakan seni pertunjukan kelompok Teater Tjaroeban Cirebon mengangkat kisah lokal daerah secara konsisten terus dilakukan.

Bahkan, setiap pertunjukan yang digelarnya sebagai bagian dari upaya mereka menjadikan sosok yang berpengaruh di Cirebon bisa dikenal di kancah nasional. Salah satu kisah fenomenal yang kerap diangkat oleh Teater Tjaroeban Cirebon adalah Ki Bagus Rangin.

"Teater kami lebih mengutamakan kisah lokal Cirebon untuk diangkat dalam proyek-proyek pertunjukan. Seperti Baridin dan Ratminah, Saedah-Saeni dan beberapa kisah lokal Cirebon yang pernah diangkat oleh kami dan sekarang Bagus Rangin," kata Pendiri Teater Tjaroeban Cirebon, Ade Bedul, Senin (14/9/2020).

Konsistensi Teater Tjaroeban Cirebon mengangkat cerita lokal Ki Bagus Rangin lantaran kisah heroiknya gerilya melawan penjajah Belanda selama 100 tahun sekitar abad ke 17 sampai 18.

Proses pencarian data dalam sebelum pertunjukan teater membutuhkan waktu cukup lama. Ade menyebutkan, proses pencarian data tentang Ki Bagus Rangin sekitar 3 bulan.

"Itu belum menulis narasinya kemudian membuat narasi untuk pertunjukan. Dari silsilah, latar belakang kehidupan rinci dari setiap peristiwa. Hingga saat ini masih ada penambahan data baru," ujar Ade.

Menurutnya, memasuki ruang pencarian dalam rangka mewujudkan pementasan teater Bagus Rangin ini bagaikan meneratas gulita lorong panjang misteri di antara persimpangan-persimpangan dan tipisnya ingatan sejarah. Gelap misteri ini bukannya muncul oleh tidak adanya cahaya, tetapi justru oleh begitu tumpah ruahnya cahaya dari sisi- sisi yang berbeda.

Oleh karena itu, rentetan peristiwa dramatik yang tersaji dalam panggung teater Bagus Rangin, adalah ekspresi estetik dari pengalaman pendalaman nilai-nilai perjuangan rakyat Cirebon dalam kurun sekitar satu abad. Hingga masa puncaknya terjadi perang besar di Desa Kedongdong pada Februari 1818.

2 dari 3 halaman

Pahlawan Nasional

“Menarik mundur ingatan sejarah satu abad sebelumnya, menghadirkan tokoh yang menggerakkan perjuangan rakyat Cirebon. Ini dilakukan untuk menegaskan benang merah perlawanan bangsa Cirebon terhadap VOC, yang kemudian berganti menjadi Hindia Belanda ini, dari masa ke masa silih berganti dilakukan oleh semua pihak bangsa Cirebon,” ujar dia.

Adegan pertunjukan Bagus Rangin tersebut menjelaskan bahwa di Cirebon memang ada masa di mana masa perlawanan. Mulai dari dalam keraton, ada masa dimulai dari pesantren hingga kantong pergerakan suara tani.

“Dengan demikian kita memahami, bagaimana pada masa Bagus Rangin, kelompok pejuang rakyat Cirebon menghimpun seluruh elemen bangsa Cirebon dalam kekuatan yang sangat besar yang terdiri dari kaum santri, sura tani, dan bangsawan yang melepaskan kebangsawanannya dan keluar dari keraton untuk bergabung dengan pasukan rakyat," ujar dia.

Menurut dia, model pertemuan lintas masa tersebut tidak ada dalam catatan sejarah. Proses pencarian data menjadi bekal utama kebutuhan dramatik teater Tjaroeban.

Oleh karena itu, konsistensi mengangkat kisah perjuangan dalam kemasan sejarah ke atas panggung teater tidak membuat Ade mendadak menjadi ahli sejarah.

Menurut dia, seni pertunjukan teater bukan alat yang bisa digunakan untuk mengubah sejarah. Fungsi seni sebagai media propaganda dalam pertunjukan teater Bagus Rangin untuk menambah informasi tokoh dan perjuangan rakyat Cirebon di halayak luas baik secara lokal maupun nasional.

“Paling tidak memberi dukungan terhadap upaya pengusulan tokoh Bagus Rangin untuk diangkat menjadi pahlawan nasional,” kata dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini: