Sukses

Pangdam Siliwangi dan Kapolda Jabar Susul Emil Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Bandung - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meluruskan informasi yang menyebutkan dirinya telah disuntik vaksin Covid-19. Emil, panggilan Ridwan Kamil, mengaku belum disuntik vaksin Corona.

Gubernur Jawa Barat sekaligus Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar Ridwan Kamil mengatakan, selain dirinya, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Nugroho Budi Wiryanto dan Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi telah ikut mendaftar sebagai relawan uji klinis vaksin Covid-19.

"Pak Pangdam dan Pak Kapolda juga sama sudah terdaftar. Jadi dari para pimpinan yang saya tahu di pimpinan di level provinsi (ikut mendaftar relawan uji klinis)," ucap Emil dalam konferensi pers, Sabtu (15/8/2020).

Keikutsertaan tiga pimpinan di Jabar itu dilakukan sebagai upaya memerangi hoaks maupun spekulasi yang terjadi selama penelitian vaksin. Adapun target relawan uji klinis tahap tiga vaksin Covid-19 ialah sebanyak 1.620 orang dengan target usia 18-59 tahun.

Emil mengaku sampai saat ini masih menunggu giliran penyuntikan vaksin. Menurutnya, tim peneliti sudah menerapkan aturan terkait apa yang boleh disampaikan kepada masyarakat..

"Tanggalnya akan saya cek lagi ke Bio Farma. Tapi saya bilang, saya tidak bisa menghindari sebagai pejabat publik, agenda harian saya terbuka kepada masyarakat. Tapi nanti saya sampaikan ke media apakah bersama Pak Pangdam dan Pak Kapolda kita belum tahu tapi yang secepat-cepatnya minggu depan," ujarnya.

 

 

2 dari 3 halaman

Belum Disuntik Vaksin

Dalam kesempatan itu, Emil juga meluruskan informasi yang menyebutkan dirinya telah disuntik vaksin Covid-19. Mantan Wali Kota Bandung itu mengaku belum disuntik vaksin Corona.

"Saya sedang persiapan fisik untuk pengetesan vaksin. Jadi saya belum dites. Kemungkinan paling cepat minggu depan, (kondisi) saya secara psikologis baik, secara klinis juga baik," ucapnya.

Terkait jadwal penyuntikan vaksin, Emil mengaku masih menunggu informasi dari tim peneliti. Sebagai subjek penelitian memang salah satu hal yang disyaratkan adalah terkait kerahasiaan penelitian.

"Kemarin ada tanggal yang disampaikan tanggal 25 (Agustus), tapi ternyata menurut prosedur kesehatan tanggal jangan dipublikasikan dulu," ujarnya.

3 dari 3 halaman

Simak Video Pilihan Berikut Ini: