Sukses

3 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Camat di Pekanbaru Tutup

Liputan6.com, Pekanbaru - Kantor Camat Bukitraya di Jalan Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, ditutup karena tiga pegawainya positif Covid-19. Masyarakat yang ingin mengurus administrasi kependudukan dan lainnya harus balik kanan karena sebelumnya tidak tahu adanya penutupan.

Di lokasi juga tidak ada perwakilan camat, yang memberi penjelasan kepada warga kapan kantor kembali dibuka. Hanya ada petugas jaga yang merantai pintu masuk kantor camat setelah mendapat perintah penutupan.

"Tak tahu saya kapan bukanya, pak camat tidak di sini, dia di kantor wali kota di Tenayanraya," ucap petugas tadi, Selasa (23/6/2020).

Seorang warga bernama Binsar mengaku, sudah mendapat kabar tiga pegawai kantor camat positif Covid-19 sejak kemarin. Dia pun ingin memastikan apakah layanan tetap berjalan seperti biasanya.

"Saya datang untuk mengurus surat keterangan telah rekam KTP anak saya, ternyata tutup," kata Binsar.

Sejak pagi berada di kantor camat, Binsar tidak menemukan adanya pegawai, kecuali penjaga kantor. Dengan demikian, Binsar tak mendapat informasi kapan layanan camat buka kembali.

"Makanya saya masih nunggu, kalau nanti gak ada informasi ya pulang. Tadi hanya ada orang menyemprotkan disinfektan," kata Binsar.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pekanbaru Muhammad Amin menyebut tiga pegawai camat positif Covid-19 berinisial GSN, NMN dan YA. Nama pertama tertular dari suaminya yang belakangan dinyatakan meninggal dunia.

Perempuan 42 tahun, warga Kecamatan Rumbai itu, masuk kerja sehingga dua teman sekantor tertular. Trasmisi lokal ini terjadi beberapa hari lalu hingga akhirnya mereka semua dinyatakan positif pada 22 Juni 2020.

2 dari 3 halaman

Patuhi PSBB

Sementara itu, juru bicara Satuan Gugus Tugas Covid-19 Riau, dr Indra Yovi, membenarkan adanya kabar pasien positif Covid-19 yang berasal dari lingkungan Kantor Camat Bukitraya. Dengan kejadian ini, Yovi menyatakan semua pegawai di kantor tersebut harus melakukan swab test.

"Semua diberlakukan sama, mau bank, sekolah, rumah sakit, sampai semua terbukti positif dan negatifnya. Kalau positif dilakukan perawatan dan isolasi," tegas Yovi.

Terkait kasus Covid-19 di Riau yang masih terjadi, Yovi meminta masyarakat untuk tetap di rumah agar tak terjadi penularan. Masyarakat diminta hanya bepergian kalau ada kepentingan yang tak bisa ditinggalkan.

"Khususnya Pekanbaru, selama satu sampai dua minggu hindari aktivitas tidak wajib di luar rumah. Jaga kesehatan kita dan keluarga," kata Yovi.

Dia mengimbau masyarakat melakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) mandiri. Masyarakat diminta menggerakan PSBB dimaksud untuk mencegah adanya kasus baru.

"Kita bikin PSBB yang digerakkan masyarakat, demi kita semua," imbuh Yovi.

Sebagai informasi, hingga 23 Juni siang total kasus positif Covid-19 ada 166 pasien. Lonjakan pasien terjadi pada 22 Juni 2020 dengan 24 kasus baru, di mana Pekanbaru ikut menyumbang 13 kasus.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: