Sukses

152 Pasien Positif Covid-19 di Kaltim Berasal dari Klaster Ijtimak Gowa

Liputan6.com, Samarinda - Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Timur saat ini mencapai 214 kasus. Dari jumlah tersebut, lebih dari 70 persen merupakan bagian dari klaster Ijtimak Dunia.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi M Ishak menyebutkan, saat ini pasien positif dari klaster tersebut sebanyak 152 kasus. Dari data yang dirilis, klaster ijtimak Gowa menyumbang sekira 71 persen kasus terkonfirmasi positif.

"Secara keseluruhan, sebanyak 152 kasus terkonfirmasi positif di Kaltim berasal dari klaster ijtimak Gowa. Mulai dari pelaku perjalanan, hingga penularan lokal kepada keluarga atau yang punya kontak erat," papar Andi, Sabtu (9/5/2020).

Sejauh ini, tim gugus tugas telah berhasil mendata pelaku perjalanan dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan sebanyak 749 orang. Jumlah terbanyak berasal dari Kota Samarinda dengan 200 orang, Kutai Timur 112 orang, Kutai Kartanegara 106 orang, dan sisanya menyebar ke kabupaten dan kota lainnya.

"Hanya Kabupaten Mahakam Ulu yang tidak ditemukan pelaku perjalanan dari Gowa," tambahnya.

Dari seluruh pelaku perjalanan itu, papar Andi, 189 orang ditetapkan sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP), 25 orang berstatus Orang Dengan Pemantanan (ODP), dan 17 orang masuk kategori Orang Tanpa Gejala (OTG).

"152 pasien terkonfirmasi positif dan 31 orang dinyatakan negatif," sebut Andi.

Saat ini sebanyak 145 orang dari klaster tersebut masih menjalani perawatan. Sedangkan tujuh pasien terjangkit sudah dinyatakan sembuh.

Dari data sebaran pasien positif, tim gugus tugas mencatat terbanyak berasal dari Kabupaten Berau dengan 30 kasus. Bahkan seluruh kasus positif di kabupaten ini, berasal dari klaster besar itu.

Sementara di Kota Samarinda, tercatat sebanyak 24 kasus, Kabupaten Kutai Timur 23 kasus, dan sisanya tersebar di daerah lain. Sedangkan total pasien yang masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 48 kasus.

Potensi penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 dari klaster ini kemungkinan akan terjadi.

"Harapan kita tidak ada penambahan dari klaster ini," ujar Andi.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut: