Sukses

Histeria Virus Corona, Bagaimana Kondisi Banyumas dan Cilacap?

Liputan6.com, Cilacap - Histeria melanda negeri ini, usai dua warga Depok, Jawa Barat, positif virus Corona. Di beberapa daerah, terjadi aksi borong masker yang menyebabkan harga masker melejit.

Kabupaten Banyumas dan Cilacap memang jauh dari Jakarta dan Depok. Namun, bagaimana pun kabar itu cukup membuat warga ketar-ketir. Terlebih, di dua kabupaten ini, lalu lintas masyarakat dari dalam dan luar negeri cukup intensif.

Cilacap, misalnya, terdapat ratusan, dan bahkan ada yang menyebut ribuan Tenaga Kerja Asing (TKA) China. Lalu lalang tenaga kerja dan Warga Negara Asing (WNA) itu tentu saja meningkatkan risiko penularan virus Corona.

Sebab itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Cilacap berkoordinasi dengan sejumlah perusahaan untuk menangguhkan perjalanan ke luar negeri. Selain itu, perusahaan juga diminta untuk menahan kepulangan TKA yang tengah bepergian ke luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Pramesti Griana Dewi mengatakan langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi menyebarnya virus Corona dari negara-negara endemik. Dia pun mengklaim, sejauh ini tak ada TKA atau WNA yang terindikasi virus Corona.

"Sejauh ini saya mendapatkan informasi, perusahaan tidak membolehkan tenaga kerja asingnya untuk masuk ke Indonesia. Jadi selama tidak ada kontak dengan warga negara luar, atau tidak melakukan perjalanan luar negeri," kata Pramesti Griana Dewi, Kepala Dinas Kesehatan Cilacap, Senin, 2 Maret 2020.

Namun begitu, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk meminimalisasi menyebarnya virus Corona. Salah satunya, dengan pemantauan di perusahaan yang mempekerjakan TKA. Selain itu, Dinkes dan KKP juga memasang thermo scanner di pintu Pelabuhan Tanjung Intan dan Bandara Tunggul Wulung.

2 dari 3 halaman

Antisipasi Virus Corona di Banyumas

Pramesti mengemukakan, standar keamanan di fasilitas kesehatan juga ditingkatkan. Di antaranya dengan penggunaan masker, dan penyiapan tempat cuci tangan untuk pengunjung pasien.

Mempersiapkan konsep surat edaran bupati perihal peningkatan kesehatan lingkungan di kantor pelayanan publik. Salah satunya yakni penyediaan hand scrub atau cuci tangan antiseptik praktis untuk pencegahan virus Corona.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengatakan selain di pelayanan publik, Dinkes juga menganjurkan agar sekolah-sekolah menyiapkan tempat cuci tangan sabun. Ini dilakukan sebagai bagian antisipasi, sekaligus sosialisasi penanggulangan virus Corona atau Covid-19.

Sadiyanto menarget konsep surat edaran itu akan ditandatangani dan diedarkan pekan ini. Harapannya, edukasi mengenai virus Corona dilakukan secara massif, namun tak menimbulkan kepanikan massal.

Dia mengatakan, dua rumah sakit di Banyumas, yakni RSUD Margono dan RSUD Banyumas telah ditunjuk sebagai rumah sakit penanganan virus Corona. Petugas juga telah memperoleh SOP penting penanganan virus Corona.

"Kita memang sedang berupaya pemberian ionformasi. Saya juga sedang mengonsep surat yang ditandatangani bupati atau sekda, di tempat pelayanan itu, setidaknya disiapkan hand scrub, semacam tempat cuci tangan praktis, di tempat pelayanan lah, agar secara mandiri menyiapkan," ucap Sadiyanto.

Sadiyanto mengemukakan, Banyumas, terutama Purwokerto menjadi fokus pencegahan virus Corona. Pasalnya di Purwokerto terdapat sejumlah perguruan tinggi, terminal dan stasiun besar yang memungkinkan terjadinya pergerakan manusia dalam jumlah besar, baik warga negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA).

Sebab itu, Dinas Kesehatan juga menyiagakan petugas dan peralatan pendeteksi suhu tubuh (thermal scanner) di Stasiun Besar Purwokerto dan Terminal Bulu Pitu.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini: