Sukses

Keren, Polisi Kota Santri Sulap Mobil Backbone Jadi Taman Baca

Liputan6.com, Kebumen - Upaya mendukung gerakan literasi nasional bisa dilakukan oleh siapa saja. Termasuk bagi lembaga pemerintah yang tidak secara khusus bergerak di bidang pendidikan.

Seperti upaya yang dilakukan Polres Kebumen melalui segenap jajarannya. Melalui Kepolisian Sektor dan anggota, mereka mendirikan Rumah Cendikia dan menjadikan mobil patroli sebagai perpustakaan keliling.

Rumah cendikia ialah rumah baca, taman baca, yang menyediakan beragam bacaan untuk anak-anak. Di setiap Polsek sudah ada minimal satu rumah baca untuk masyarakat, sehingga ada 26 rumah cendikia yang tersebar di kecamatan-kecamatan.

Kapolres Kebumen, AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan pendirian rumah cendekia selaras dengan program Polri untuk mencerdaskan generasi muda yang antinarkoba, antiintoleransi, dan antimelanggar hukum.

"Polri turut menyiapkan generasi penerus sejak dini dengan menanamkan akhlak yang baik, dan cinta NKRI," katanya, dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 29 Februari 2020.

Melalui rumah cendikia itu pula, AKBP Rudy berharap anak-anak bisa mengurangi waktu bermain ponsel. Sebab, generasi muda, menurutnya harus banyak membaca, menumpuk pengetahuan, kearifan, dan mengembangkan imajinasinya.

 

2 dari 3 halaman

Rumah Baca Asik di Pesisir Kebumen

Salah satu rumah baca yang menarik ialah rumah baca di kediaman Bhabinkamtibmas Bripka Herdana, Desa Sidoarjo, Kecamatan Puring, Kebumen. Ia memanfaatkan halaman rumah dan serambi mushala untuk anak-anak.

Begitu masuk ke halaman, tanaman penghijauan berjajar rapi. Rumahnya tampak asri untuk daerah dataran rendah.

Dengan tanaman penghijauan itu pula, dia mengajarkan warga sekitar membuat bonsai dan merawat tanaman bunga hias. Tanaman-tanaman itu bernilai ekonomis dan bisa turut meningkatkan perekonomian masyrakat.

Di serambi mushala, anak-anak bisa membaca buku sembari menunggu adzan maghrib berkumandang. Ada puluhan buku cerita bergambar dengan beragam tema dan buku yang menunjang pelajaran sekolah untuk anak-anak.

"Buku-buku dikumpulkan secara swadaya, mayoritas bertema cinta tanah air, toleransi, keberagaman berbangsa dan buku pendidikan," kata Bripka Herdana.

Di tempat lain, tepatnya di wilayah binaan Polsek Klirong yakni Desa Tambakprogaten pos polisi mangkrak disulap menjadi taman baca. Polsek berkolaborasi dengan warga sekitar melakukan renovasi.

Bangunan pos polisi di cat ulang, tembok-tembok retak ditambal, rak-rak buku disiapkan berjajar. Tak ketinggalan bangku-bangku untuk anak membaca disiapkan di sana.

Jadilah pos polisi tempat yang nyaman untuk berkumpul dan belajar anak. Jika pembaca melewati jalan Daendels, Desa Tambakprogaten, bisa turut mampir dan menyumbangkan buku di sana.

 

3 dari 3 halaman

Perpusling Ala Polsek Rowokele

Di wilayah kecamatan Rowokele, mobil patroli backbone double cabin bakal berkeliling saat siang hari. Tetapi, bukan untuk patroli kamtibmas, melainkan membawa buku baca untuk anak-anak.

Mobil dimodifikasi dengan menempatkan Rak buku di bak belakang. Setelah siap, Bhabinkamtibmas Polsek Rowokele, Bripka Zuhrie berkeliling mencari tempat yang ramai anak-anak.

Selain untuk meningkatkan gerakan gemar membaca, perpusling ala Polsek Rowokele juga siasat kepolisian agar dekat dengan generasi muda. Dengan perjumpaan secara langsunf dan kontinyu nantinya pesan-pesan kamtibmas akan lebih mudah disampaikan.

"Banyak cara agar kita dekat dengan masyarkat. Salah satunya dengan inovasi melalui perpustakaan keliling milik Polsek Rowokele," kata Kapolres Rudy.

Melalui program rumah baca dan perpusling, pihaknya berupaya menjadikan Polres Kebumen yang ramah, cerdas dan kondusif. Ramah dalam arti bersikap ramah kepada siapapun melalui kegiatan pendekatan kepada masyarkat.

Cerdas agar dapat mencerdaskan masyarakat dan cerdas dalam menyelesaikan permasalahan. Kemudian, kondusif yang dimaksud adalah setelah Polres Kebumen dekat dengan masyarkat, dapat tercipta situasi yang kondusif.

Simak video pilihan berikut ini: