Sukses

Mendag 'Ngontel' ke Pasar Rejosari Cek Harga Sembako Jelang Natal dan Tahun Baru

Liputan6.com, Solo - Menteri Perdagangan (Mendag), Agus Suparmanto menjamin stok persedian bahan kebutuhan pokok mencukupi menjelang Natal dan Tahun Baru. Bahkan, dari hasil pemantauan di sejumlah pasar bahwa harga bahan pokok juga masih stabil.

Menteri Perdagangan bersama dengan Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo mengunjungi Pasar Rejosari, Solo untuk mengecek harga kebutuhan pokok pada Jumat, 6 Desember 2019.

Menteri Perdagangan dan Wali Kota Solo datang ke pasar tidak naik mobil, melainkan sepeda ontel. Mereka naik sepeda karena sedang mengikuti kegiatan mider projo atau berkeliling dengan naik sepeda menyambangi masyarakat yang dilakukan Wali Kota Solo setiap hari Jumat.

Setibanya di Pasar Rejosari, Agus Suparmanto dan Wali Kota Solo yang akrab disapa Rudy langsung masuk pasar untuk menemui para pedagang. Saat mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tersebut, Menteri Perdagangan mengatakan bahwa harga masih terkendali.

"Menyambut Natal dan Tahun Baru ini, kita cek harga-harga di pasar untuk melihat apakan harga-harga menjelang Natal dan Tahun Baru stabil," kata dia ketika ditemui wartawan usai mengunjungi Pasar Rejosari, Solo, Jumat, 6 Desember 2019.

2 dari 2 halaman

Beras Paling Diwaspadai

Selain memastikan harga kebutuhan pokok tidak mengalami lonjakan, Agus juga menjamin bawah stok persedian bahan kebutuhan menyambut Natal dan Tahun Baru masih tercukupi. "Stoknya sembako sekarang alhamdulillah aman. Semua masih sangat cukup stoknya," ujarnya.

Dari sejumlah kebutuhan pokok, ia mengungkapkan bahwa yang perlu diwaspadai adalah beras dan komoditas lainnya. "Jadi seperti beras, daging dan kebutuhan yang sehari-hari lah yang setiap orang akan membelinya untuk bahan pangan," ucapnya.

Setelah menyambangi Pasar Rejosari, kemudian rombongan Menteri Perdagangan dan Wali Kota Solo kembali mengayuh sepeda untuk mengunjungi Pasar Jebres yang letaknya tak jauh dari pasar tradisional sebelumnya.

 

Simak video pilihan berikut ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Indonesia Siapkan Amunisi Lawan Diskriminasi Sawit oleh Uni Eropa
Artikel Selanjutnya
Mendag Ingin Pasar Modal Beri Pendanaan ke Pelaku Ekonomi