Sukses

Menyelami Toleransi Vihara dan Gereja di Kebumen

Liputan6.com, Kebumen - Kebumen dikenal sebagai kota santri. Makanya tak aneh, jika inklusi dan toleransi mendarah daging dan menjadi sendi layaknya yang diajarkan di pesantren-pesantren.

Santri menyebut toleransi sebagai Tasamuh. Secara singkat, Tasamuh bisa diartikan sebagai tenggang rasa. Dalam bahasan lebih luas, bisa berarti terbuka, saling menghormati, murah hati dan toleransi.

Iklim toleransi itu tentu tak dibangun setahun dua tahun. Ada riwayat panjang yang membuat masyarakat Kebumen begitu tinggi tenggang rasanya.

Dari pondok pesantren-pondok pesantren, Masjid, gereja, vihara, dan rumah ibadah lain, Tasamuh itu meruar dan menjadi falsafah hidup yang terus dipegang hingga hari ini. Menjaga toleransi tak hanya menjadi tugas para pemuka agama, namun merupakan tugas seluruh masyarakat.

Ini pula yang coba ditunjukkan oleh Kepolisian Resor Kebumen. Tiap hari Jumat, kepolisian menggelar Jumat bersih dengan salah satu sasarannya adalah rumah ibadah.

Ada pemandangan yang luar biasa di Kebumen. Sejumlah polisi, termasuk polwan berhijab, membersihkan vihara dan gereja.

Kamera menangkap momentum ikonik potret toleransi, tatkala polwan berhijab membersihkan bagian dalam Vihara Maha Dhana, Kebumen. Latar foto sangat kuat dengan patung Buddhanya.

Kapolres Kebumen AKBP Rudy Cahya Kurniawan mengatakan selain untuk membersihkan rumah ibadah, kegiatan Jumat bersih adalah upaya kepolisian mendekatkan diri ke masyarakat.

Simak video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Polisi Kebumen Berbagi Rejeki

"Kegiatan kami gelar setiap hari Jumat, setelah apel olahraga. Kegiatan ini digelar mulai tingkat Polres hingga jajaran Polsek," katanya, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat, 15 November 2019.

Mula-mula, polisi yang hendak mengikuti kegiatan ini apel di halaman Polres Kebumen. Selanjutnya, mereka berbagi tugas untuk membersihkan di rumah ibadah.

Dalam kegiatan Jumat bersih kali ini, ada tiga rumah ibadah yang dibersihkan. Yakni Masjid Al Falah, Gereja Kristen Indonesia (GKI) Kebumen dan Vihara Maha Dhana, Kebumen.

Dan itu adalah bukti bahwa kepolisian mengayomi seluruh masyarakat, apapun latar belakang dan agamanya. Para polisi didampingi pengurus gereja dan vihara untuk membersihkan lingkungan rumah ibadahnya.

Pada Jumat itu pula, kepolisian membagikan nasi bungkus ke warga yang membutuhkan. Kegiatan ini disebut sebagai Jumat Barokah. Jumat Barokah adalah program polisi peduli sesama dengan membagikan rejeki kepada warga yang membutuhkan.

Dalam kesempatan itu, Kapolsek Prembun Iptu Tejo Suwono membagikan nasi bungkus ke para tukang becak yang sedang mangkal dan warga yang melintas.

"Pembagian bisa berupa sembako, nasi bungkus, bisa juga tenaga. Kegiatan Jumat Barokah sebagai sarana komunikasi polisi dengan masyarkat," ucap Rudy. Nasi bungkus tersebut merupakan iuran personel Polsek Prembun. Itu hari, jumlah nasi bungkus yang dibagikan mencapai 150 bungkus.

"Kegiatan Jumat Barokah digelar rutin setiap hari Jumat mulai tingkat Polres hingga jajaran Polsek," kata kapolres.

Loading
Artikel Selanjutnya
Top 3: Payudara Pria Ini Membesar dan Keluarkan Air Susu Akibat Tumor Otak
Artikel Selanjutnya
Imparsial Sebut Jaminan Kemerdekaan Beragama Hadapi 3 Level Tantangan