Sukses

Kue Dange yang Selalu Ada dalam Tas Pemuda Pangkep Sulsel

Liputan6.com, Pangkep - Dange merupakan salah satu kue tradisional asal Kabupaten Pangkep, Sulsel yang cukup terkenal karena rasa legitnya yang khas.

Namun di balik itu, ada cerita yang menarik. Menurut sebagian masyarakat Pangkep mempercayai bahwa Dange dahulu merupakan makanan favorit para pemuda yang tergabung dalam gerakan pemberontakan Darul Islam Tentara Islam Indonesia (DI/TII) yang ada di Sulsel.

Uwa Labe (51) misalnya, ia pernah mendengar cerita orangtua dulu, jika kue Dange selalu ada di dalam tas para pemberontak DI/TII ketika sedang bersembunyi di tengah hutan belantara.

"Boleh jadi karena selain rasanya yang legit dan bahan baku pembuatannya sederhana dan mudah dijumpai, juga bisa tahan lama. Yah 2 sampai 4 hari masih tahan dan rasanya tak berubah," kata kakek warga Kampung Atambua, Kabupaten Pangkep itu, Sabtu 2 November 2019.

Terlepas dari sejarah singkat yang ada, kue Dange memang salah satu kue tradisional yang berhasil bertahan di tengah kepungan kue-kue modern.

Buktinya, hingga saat ini masih banyak masyarakat menyempatkan diri singgah menikmati Dange panas saat melintas di kampung kuliner kue Dange tepatnya di poros Jalan Segeri, Kabupaten Pangkep.

"Kampung kuliner kue Dange di sepanjang jalan poros Segeri itu, 24 jam terbuka. Ayo coba singgah nikmati kue khas Pangkep itu. Pagi hari paling nikmat dicicipi disajikan kopi hitam tubruk ala kampung he..he..he," terang Uwa Labe.

Bagi mereka yang singgah di kampung kuliner kue Dange di jalan poros Segeri, tak hanya bisa menyantap langsung kuenya, tapi juga dapat melihat langsung proses pembuatan hingga pembakaran kue khas Kabupaten Pangkep itu.

"Semua bahan yang digunakan sederhana dan tentu bisa dipraktekkan di rumah jika ada yang ingin mencoba membuatnya sendiri," jelas Uwa Labe.

2 dari 2 halaman

Bahan yang Digunakan Hingga Proses Pembuatannya

Berikut bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kue Dange khas Kabupaten Pangkep tersebut.

Bahan – Bahan : gula kelapa atau gula merah, kelapa parut, dan tepung ketan hitam.

Alat : daun pisang, arang atau kayu bakar, sendok, pisau, sarung tangan, dapo’ (alat pembakaran dari tanah liat), cetakan dange (a’dangeng)

Cara membuat :

1. iris tipis gula kelapa menggunakan pisau

2. campur gula kelapa dengan tepung ketan

3. masukkan kelapa parut ke dalam adonan

4. panaskan cetakan dange

5. masukkan adonan dange ke dalam cetakan dange (hati -hati, cetakannya panas jadi sebaiknya menggunaka sarung tangan)

6. tutup cetakan dengan daun pisang kemudian balikkan.

7. tunggu sampai dangenya matang.

8. setelah matang, dange siap dinikmati bersama kopi tubruk atau teh panas.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading