Sukses

Biksu Misterius di Balik Temuan Susunan Batu Berbentuk Candi

Liputan6.com, Indramayu - Anggota Polsek Lelea Polres Indramayu Brigpol Rusmanto mengaku kaget saat menemukan tumpukan batu yang tersusun rapih menyerupai candi.

Temuan tersebut mengingatkan Rusmanto pada rentetan pertemuan sebelumnya dengan seseorang yang berpakaian biksu. Orang tersebut, kata dia, meminta untuk menjaga candi kuno itu.

"Terakhir bertemu awal Oktober lalu meminta agar candi itu dipelihara. Saya heran dan kemudian saya ceritakan pengalaman saya ke komunitas yang konsen di cagar budaya," kata dia, Kamis (31/10/2019).

Kisah pertemuan Rusmanto dengan seseorang berpakaian biksu tersebut mendapat respon positif oleh Komunitas Tapak Karuhun Nusantara. Saat itu, komunitas tengah meninjau komplek makam Islam kuno di Desa Terusan Kecamatan Sindang Kabupaten Indramayu.

Dari hasil penggalian itu, terdapat susunan batu bata berukuran 35 cm x 15 cm dan tebal 10 cm. Lokasi susunan batu menyerupai candi itu berada di Desa Sambimaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.

"Malam hari setelah saya ketemu seseorang berpakaian biksu meminta untuk merawat candi yang dimaksud," kata dia.

Selain bata berukuran besar, temuan lainnya yakni berupa struktur bangunan diduga candi yang masih tertutup tanah. Rusmanto bersama komunitas melaporkan hasil temuan tersebut ke Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu.

Ketua TACB Indramayu Dedy Musashi membenarkan adanya temuan susunan bata menyerupai struktur bangunan Candi. Dari hasil pendataan awal dan survey permukaan, tim TACB Indramayu menemukan adanya struktur bangunan susunan batu bata merah dan tersusun rapih.

2 dari 2 halaman

Koordinasi

"Ada batu bata merah berukuran besar yang berserakan di sekitar gundukan tanah," kata Dedy.

Dia mengatakan, TACB melakukan survei permukaan di sepanjang parit kebun semangka. Alhasil, tim menemukan pecahan batu bata merah yang tersusun rapih.

Di sekitar raidus 100 meter dari lokasi, TACB Indramayu menemukan batu bata berukuran 20 Cm X 20 Cm yang kondisinya sudah tidak insitu lagi.

"Batu bata tersebut dimanfaatkan warga sekitar blok Dingkel untuk jalan dan keperluan lainnya," ujar dia.

Dari temuan tersebut, Dedy berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Indramayu. Dia berharap, pemda dapat menindaklanjuti laporan tersebut kepada Balai Arkeolog Jawa Barat dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Serang Banten.

Dedy mengaku yakin temuan tersebut merupakan struktur bangunan berupa Candi Budha. Keyakinan tersebut didukung pernyataan para pakar candi Indonesia.

"Saya sudah konfirmasi arkeologi klasik senior Prof Dr Agus Aris Munadar dan beliau menyebutkan dari bentuk bata yang ada di sambimaya ini memiliki kesamaan dengan batu bata pada masa Majapahit di daerah Trowulan Kabupaten Mojokerto Jawa Timur," ujar dia.

Dedy langsung berkoordinasi dengan Polres Indramayu untuk membantu mengamankan lokasi temuan tersebut. Dia berharap warga tidak merusak apalagi menggeser posisi batu bata yang sudah ditemukan.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

Loading
Artikel Selanjutnya
Kisah Fadiroh, TKI Asal Indramayu yang Hilang 13 Tahun di Malaysia
Artikel Selanjutnya
Arkeolog Beberkan Fakta dalam Temuan Kerangka Manusia Abad 16 di Indramayu