Sukses

Aksi Bocah-Bocah Kolaka Timur Tanggapi Kebakaran Lahan di Kampungnya

Liputan6.com, Kolaka Timur - Setelah hampir 2 minggu, kebakaran lahan gambut di Kabupaten Kolaka Timur sudah meluas hingga 380 hektare hingga Jumat (13/9/2019). Api disertai asap, menyebabkan warga sempat kesulitan bernapas saat pagi hari.

Perhatian Pemda yang kurang terkait kasus ini, ternyata berbanding terbalik dengan tingkah sejumlah bocah. Entah dari mana datangnya, sejumlah bocah sudah berada di lokasi kebakaran di Desa Lalolae, Selasa (10/9/2019).

Saat itu, sejumlah bocah sudah berada di lokasi sebelum Manggala Agni dan gabungan TNI Polri datang. Tidak sampai di situ saja, bocah-bocah ingusan ini sudah memegang selang dan menyemprot lahan yang terbakar.

"Ya saya suruh pulang, nah ini kalau dihirup itu asap ya mengancam mereka lah, harusnya kan mereka bermain," ujar Fanca Yanuar Kusuma.

Berjumlah 5 orang, kedua bocah ini sempat ikut memaksa merayu memadamkan api. Namun, karena terlalu berbahaya langsung disuruh pulang dari lokasi kebakaran lahan gambut.

"Sempat mereka pegang selang air itu, lalu kita kasih pulang. Kasihan orangtuanya, mending orangtuanya yang datang daripada mereka," ujar Fanca.

Hingga hari ini, bantuan Pemda Kolaka Timur masih minim soal pemadaman kebakaran lahan gambut. Belum ada pergerakan berarti sejumlah personel yang membuat api bisa padam.

Pantauan di lokasi kebakaran lahan gambut, hanya ada satu alat milik pemda Kolaka Timur. Sisanya, milik Manggala Agni yang diterjunkan langsung di lokasi kebakaran.

2 dari 3 halaman

Pagi Sesak karena Asap

Sejumlah sekolah di Kabupaten Kolaka Timur terkena dampak kabut asap. Beberapa sekolah malah memberikan masker kepada siswa saat berada di sekolah, Senin (9/9/2019).

Penyebabnya, kabut asap yang cukup pekat menyelimuti wilayah itu sejak pekan lalu. Sejak subuh hingga pagi hari, warga di sekitar lahan terbakar sudah merasakan sesak karena kabut asap.

"Yang paling dirasakan itu pas subuh-subuh, sangat sesak, tenggorokan pedes karena kabut asap," ujar Risnawati, salah seorang kepala sekolah di Kecamatan Lalokae, Kolaka Timur.

Hingga hari ini, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Kolaka Timur belum menerima laporan soal dampak kabut asap, meskipun kabut dan asap tebal sudah menyebar di sejumlah sekolah sejak beberapa hari.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kolaka Timur, Safrudin mengatakan, sudah mendapat laporan dari sejumlah staf. Namun, belum bisa diambil tindakan.

"Laporannya hanya soal jarak pandang, belum ada soal ancaman kondisi kesehatan," ujarnya.

Dia menambahkan, jarak pandang terbatas saat pagi hari untuk beberapa titik lokasi. Hal ini dirasakan sejumlah pengendara motor yang melalui wilayah itu.

"Lagipula, BPBD dan Pemda Koltim sudah turun langsung mengantisipasi daerah kebakaran," ujar Safrudin.

3 dari 3 halaman

Posko Gabungan Dibentuk

Posko gabungan tim pemadam kebakaran lahan gambut di wilayah Kolaka Timur sudah berdiri. Posko didirikan di salah satu pos polisi di wilayah hukum Polsek Rate-rate.

Polsek berisi gabungan Tim Manggala Agni daerah Operasi Tinanggea, TNI Polri serta pemerintah setempat. Meskipun demikian, tim kekurangan fasilitas dan alat pompa air.

Selain itu, sumber air makin jauh menyebabkan pihak Manggala harus mencari cara agar bisa mendapatkan air.

"Air makin jauh, namun kami berharap ada bantuan secepatnya soal ini," ujar Bupati Kolaka Timur, Tony Herbiansyah.

Pemda Kolaka Timur sudah menetapkan kebakaran lahan gambut sebagai tanggap darurat kebakaran hutan. Dengan adanya status ini, diharapkan ada bantuan dari pusat.

Sebelumnya, Komandan Kodim Kolaka, Letkol Amran WT mengatakan saat ini pihaknya menurunkan anggotanya. Meskipun medan yang cukup berat, tetapi pihaknya optimis bisa bekerja maksimal.

Saat ini, sudah ada belasan anggota Kodim Kolaka di lokasi kebakaran lahan gambut. Tidak hanya itu, sejumlah anggota polisi dan anggota pemadam kebakaran Pemda Koltim juga turut ambil bagian memadamkan api.

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Drama Kebakaran Lahan di Koltim, Tim Pemadam Dikejar Puting Beliung Berapi