Sukses

Gunung Sumbing Terbakar, Pendakian Ditutup

Liputan6.com, Wonosobo - Jalur pendakian Gunung Sumbing melalui basecamp Garung di Desa Butuh Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo resmi ditutup sejak Minggu (11/8/2019) sore. Polsek Kalikajar telah berkoordinasi dengan Stickpala untuk menutup jalur pendakian.

Kapolsek Kalikajar Iptu Budi Rustanto menyebutkan, pendaki yang telah terlanjur naik, diperintahkan segera turun melalui alat komunikasi yang ada.

"Rencananya Senin (12/8/2019) pagi, polisi bersama dengan Stickpala, akan mendaki Gunung Sumbing, untuk membuat jalur pendakian pemadaman api," kata Kapolsek.

Bukan hanya polisi, pembuatan jalur pendakian pemadaman api juga akan melibatkan SAR Kaliangkrik dan SAR Banyumudal serta Bowongso. Sementara api berada di wilayah Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran. Hingga berita ini ditulis, sumber api belum diketahui.

Surat edaran penutupan jalur pendakian Gunung Sumbing yang dikeluarkan Forum Pengelola Gunung Sumbing. (foto: Liputan6.com/FPGS/edhie prayitno ige)

"Polsek Kalikajar akan terus berkoordinasi dengan lembaga terkait, serta basecamp. Besok pagi akan melakukan upaya penyekatan agar api tidak meluas," kata Iptu Budi Rustanto.

Kebakaran hutan terjadi di lereng Gunung Sumbing, masuk wilayah Kabupaten Wonosobo, Minggu (11/8/2019) petang. Api terus meluas dan lokasi hutan yang terbakar berada di jalur Dusun Larangan Desa Banyumudal Kecamatan Sapuran, Kabupaten Wonosobo.

Sebelumnya, peristiwa serupa pernah terjadi pada 11 Oktober 2018. Ketika itu Kebakaran di petak 23-2 Resor Pemangku Hutan Kemloko. Kebakaran tahun lalu itu diawali dari petak 23-10, namun kemudian terus bergeser karena tiupan angin dan saat ini kebakaran terjadi di petak 23-2 RPH Kemloko, Bagian Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Temanggung.

Simak video kebakaran Gunung Sumbing berikut:

Loading
Artikel Selanjutnya
Gunung Sumbing Kembali Terbakar
Artikel Selanjutnya
Jibaku Relawan Padamkan Api di Semak Setebal 2 Meter Gunung Sumbing