Sukses

Warga Serbu Pasar Murah Petani di Kota Jayapura

Liputan6.com, Jayapura - Triparjono, seorang petani cabai di Arso 4, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua bersemangat pagi ini. Hari yang ia tunggu tiba, untuk menjual hasil panen kebunnya ke pasar tani di Kota Jayapura, ibukota Provinsi Papua.

Triparjono dan belasan petani lainnya sengaja menjual hasil panennya ke Kota Jayapura, tepatnya di depan Pasar Imbi, Kota Jayapura yang terletak di jantung Kota Jayapura.

Pasar Tani merupakan pasar yang digelar setiap bulan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua. Pasar tani digelar untuk menekan inflasi di Kota Jayapura dan Papua pada umumnya.

“Biasanya kami hanya menjual hasil panen ke tengkulak yang dibeli dengan harga yang minim. Berbeda jika hasil panen ini dijual langsung ke Kota Jayapura, hasilnya berlipat ganda,”  ujarnya, Kamis (18/7/2019).

Triparjono menyebutkan ia dan tujuh orang petani lainnya membuat satu kelompok dan menjadi petani binaan Bank Indonesia (BI). Ladang milik kelompok tani ini pun mendapatkan bantuan bibit tanaman hingga keperluan ladang dari BI.

“BI juga membantu kami dengan pemasangan semacam kincir air untuk mempermudah penyiraman tanaman. Termasuk BI membantu bibit bawang merah," katanya.

Pasar Tani bulan ini digelar pada 18 -19 Juli 2019 yang dibuka mulai pukul 09.00 WIT hingga 16.00 WIT. Pagi tadi, terlihat banyaknya warga, terutama kaum ibu-ibu yang membeli kebutuhan pokok dapurnya di pasar ini.

 

2 dari 2 halaman

Tekan Inflasi

Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua memiliki delapan kelompok tani binaan, mencangkup petani cabai, bawang merah, nelayan ikan tuna dan pengrajin noken dan batik yang  tersebar di Kabupaten Keerom, Kota Jayapura, Nabire, Merauke dan Biak Numfor.

Pelaksana Pasar Tani BI Perwakilan Papua, Luki Riyaningrum menyebutkan Pasar Tani yang sebelumnya disebut dengan pasar murah BI selalu diikuti oleh distributor dan petani lokal binaan BI Papua. 

Pasar ini dimaksudkan untuk menyeimbangkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Sebab komoditi cabai, bawang dan lainnya di pasaran selalu naik turun. “Kita ingin memutus rantai ini dengan mendatangkan petani untuk langsung berjualan," kata Luki.

Harapannya, masyarakat bisa mendapatkan harga komoditas utama dengan harga murah. Pasar Petani juga dimaksudkan membuat efek jera kepada tengkulak atau pedagang perantara.

“Walaupun dijual dengan harga murah dibandingkan di pasaran, petani masih bisa mendapatkan untung juga,” ujarnya.

Harga komoditi yang ditawarkan di Pasar Tani yakni harga bawang merah Rp35 ribu per kilo, jika di pasaran harganya Rp45 ribu hingga Rp55 ribu per kilo. Lalu, harga bawang putih Rp60 ribu per kilo, jika di pasaran di jual Rp60 ribu per kilo.

Cabai rawit yang biasa dijual hingga Rp90 ribu di pasaran, di Pasar Tani bisa dibeli dengan harga Rp 75 ribu dan sejumlah keperluan lainnya. 

Loading
Artikel Selanjutnya
Gubernur BI Beberkan Kunci Kembangkan Ekonomi Syariah
Artikel Selanjutnya
Pengusaha Ingin Bunga Pinjaman Perbankan Turun