Sukses

Truk Minyak Goreng Terguling, Warga Berebut Bawa Ember

Mojokerto - Truk berisi minyak goreng terguling di Jalan Raya Bypass Km 51, Desa Kenanten, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (11/7/2019). Akibatnya 9.000 liter minyak goreng tumpah dan langsung dikerumuni warga.

"Ya, daripada mubazir. Ini tadi dapat dua ember," kata Abdul Rochim, warga setempat seperti dikutip Jawapos.com.

Kasatlantas Polres Mojokerto AKP Bobby Muhammad Zulfikar membenarkan adanya pengambilan sisa-sisa migor yang tumpah oleh warga. Menurut dia, itu sulit dihentikan. “Kami fokus ke truk dan tangkinya untuk dievakuasi,” katanya tadi malam.

Truk tangki bernopol AG 9276 RC yang dikemudikan Samsul itu semula berjalan lambat dari arah Surabaya menuju Jombang, Jawa Timur.

Namun, tepat di lokasi kejadian, pukul 13.15, as roda belakang bagian kanan mendadak putus. Tangki yang berisi muatan pun anjok, lalu terguling di tengah jalan menuju Jombang.

"Saya mau kirim ke Kediri. Ini tadi (kemarin, Red) dari Pelabuhan Perak, Surabaya," ungkap pria 48 tahun dari Desa Gurah, Ke­camatan Gurah, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, itu.

Tak ada korban jiwa dalam kecelakaan tersebut. Samsul yang tidak didampingi kernet hanya luka ringan. Begitu truk terguling tepat di median jalan, warga di sekitar lokasi langsung mendekat dengan membawa sejumlah peralatan rumah tangga. Mulai timba, ember, jeriken, hingga botol-botol plastik.

Mereka tak hanya memunguti migor yang tumpah di jalan transnasional itu. Minyak goreng yang mengucur deras dari lubang atas tangki pun ditadahi dengan ember, timba, dan jeriken.

Kecelakaan itu mengakibatkan kemacetan panjang, terutama ke arah Jombang. Arah sebaliknya ke Surabaya juga terkena imbas. Jadilah banyak bus antarkota arah Jombang dan Surabaya yang memilih lewat Mojokerto Kota untuk menghindari kemacetan. Tanpa melewati Terminal Kertajaya, Kota Mojokerto, yang berada di pinggiran kota.

"Saya harus menunggu lama tadi (kemarin, Red) untuk bisa mendapatkan bus. Harus keluar dulu dari terminal," kata Nuris Andi Prastiyo, penumpang bus tujuan Surabaya.

Bobby menjelaskan, proses evakuasi berlangsung kurang lebih tujuh jam. Sekitar pukul 20.00 lalu lintas baru mulai lancar.

Dibutuhkan waktu lama karena pembersihan jalan dari sisa-sisa tumpahan migor. Mengenai kerugian, Samsul mengaku belum bisa menyebut secara pasti. "Kalau harga umumnya, 1 liter biasa dijual Rp 10.500. Lha pasca terguling ini, migor dalam tangki hanya menyisakan kisaran 900 liter," kata Samsul.

Baca juga berita Jawapos.com lainnya di sini.

2 dari 2 halaman

Simak juga video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Viral Kakus Tanpa Sekat di RS Banjarmasin, Begini Faktanya
Artikel Selanjutnya
Alasan Alexander Marwata Maju Kembali di Bursa Capim KPK