Sukses

Batik Perdamaian Dunia Menanti Goresan Canting Pertama Jokowi

Liputan6.com, Jakarta - Yayasan Tjanting Batik Nusantara intensif mempersiapkan pembuatan Batik Perdamaian Dunia. Program ini diniatkan sebagai kontribusi Indonesia bagi perdamaian dunia melalui bahasa batik yang bertepatan dengan 10 tahun batik menjadi warisan budaya tak benda UNESCO dan kehadiran Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB pada 2019 ini.

Ketua Yayasan Tjanting Batik Nusantara Bonny Widjoseno menjelaskan tahun ini ada dua momen besar berskala internasional terkait Batik Perdamaian Dunia, yakni peringatan 10 tahun batik sebagai warisan budaya tak benda UNESCO dan peran Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB.

Batik Perdamaian Dunia dirancang dalam 74 meter kain --melambangkan 74 tahun kemerdekaan Indonesia-- yang diisi dengan motif bermakna perdamaian, persahabatan, kemanusiaan, keberagaman dan nilai-nilai luhur lainnya. Peranan Presiden Joko Widodo sebagai kepala negara sangat penting untuk menorehkan malam pertama dari canting pada lembaran kain mori Batik Perdamaian Dunia.

"Torehan itu sedianya akan dilanjutkan menjadi motif garuda dan kreasi motif-motif batik lainnya.

Makna torehan canting kepala negara tidak saja sebagai restu terhadap prosesi pembuatan Batik Perdamaian Dunia, tapi juga wujud tanggung jawab negara yang hadir melestarikan hulu batik," kata Bonny di Jakarta, 25 Juni 2019.

Canting sendiri merupakan salah satu perwujudan hulu batik yang pelestariannya perlu bersama-sama dijaga oleh semua pemangku kepentingan di Indonesia. Bila canting tak lagi lestari, maka berlangsungan batik sebagai warisan budaya tak benda juga terancam.

Dengan torehan malam pertama oleh kepala negara pada awal perjalanan Batik Perdamaian, maka 74 meter kain mori telah siap menerima kreativitas dan kemumpunian para pembatik. Energi positif epala negara, kepala-kepala daerah, serta semua pemangku kepentingan akan ikut memperlancar perjalanan Batik Perdamaian Dunia hingga nantinya bisa dipersembahkan untuk dunia sebagai wujud nyata keberpihakan bangsa Indonesia pada perdamaian.

 Pada peringatan Hari Batik tanggal 2 Oktober 2019 diharapkan dapat dipresentasikan video mapping proses pembuatan Batik Perdamaian Dunia di Ground Zero, New York.

Batik Perdamaian Dunia memang bukan sebatas seremonial peringatan, namun merupakan bukti bahwa bangsa Indonesia sangat menghargai nilai-nilai luhur termasuk yang termaktub dalam batik. Untuk itu, Batik Perdamaian Dunia juga memiliki pesan bahwa pelestarian batik tidak akan terjadi bila tidak ada pelestarian hulu batik secara berkelanjutan.

"Pembuat canting, regenerasi pembatik, dan pelaku-pelaku hulu batik lainnya, selama ini kurang memperoleh perhatian," kata Bonny. "Kehadiran negara dalam pelestarian hulu batik, sangat penting," dia menandaskan.

Loading
Artikel Selanjutnya
Mooryati Soedibyo Jadi Pelindung Pengusaha Kecil
Artikel Selanjutnya
Apindo: Presiden Jokowi Minta Pengusaha Investasi Hotel di Mandalika