Sukses

Kisah Mudik Perenggut Bahagia di Tol Pemalang

Liputan6.com, Pemalang - Sebuah kecelakaan di Tol Pemalang memupus kebahagiaan satu keluarga asal Bogor, Jawa Barat. Mereka kehilangan dua anggota keluarga dalam kecelakaan tragis ini.

Minggu, 2 Juni 2019, pengelola Tol Trans Jawa masih memberlakukan one way atau satu lajur kendaraan dari arah barat ke timur pada masa mudik lebaran 2019 ini. Ribuan kendaraan meluncur deras satu arah.

Tujuannya sama. Mereka hendak bertemu dengan keluarga besarnya di kampung halaman.

Pun dengan satu keluarga yang berada di sebuah sedan Suzuki Starlet bernomor polisi B1157KN. Mobil ini dikendarai oleh Kusna (37), yang belakangan kecelakaan di tol Pemalang.

Ia mudik bersama dengan keluarganya. Di dalam mobil itu, ada istrinya, Sunarti (37), anak perempuannya, Rita Ayu Anjani (10) dan anak lelakinya yang masih balita Arfa Husein Attaullah (3).

Perjalanan lancar hingga tiba di Tol Pemalang. Namun, diduga lantaran mengantuk, Kusna tak bisa mengendalikan laju kendaraan sehingga sedan oleng ke kanan dan terjun ke sungai.

Kecelakaan Tol Pemalang Kilometer 314+600 M, Desa Jrakah Kecamatan Taman, Pemalang, itu merenggut kebahagiaan keluarga ini. Mereka mesti terpisah oleh kecelakaan tragis yang merenggut nyawa keluarganya.

2 dari 2 halaman

Korban di RS ARO Pekalongan

“Kronologi , KBM Suzuki Starlet berjalan dari arah barat ke timur jalur B karena jalur one way karena pengemudi dalam kondisi mengantuk sehingga oleng ke kanan dan masuk ke dalam sungai,” ucap Kasatlantas Polres Pemalang, AKP Herdiawan Arifianto, Minggu malam.

Dalam peristiwa kecelakaan di tol pemalang itu, pengemudi, Kusna yang beralamat di Desa Gunung Sindur RT 03/12 Kecamatan Gunungsindur Kabupaten Bogor, meninggal dunia. Korban meninggal lainnya adalah anak perempuannya, Rita Ayu Anjani (10 th).

“Kusna, mengalami luka sobek dagu, perdarahan hidung, kondisi meninggal dunia,” dia menjelaskan.

Masih beruntung, dalam kecelakaan tol pemalang itu, Sunarti dan Arfa Husein hanya luka ringan. Sunarti mengalami luka memar kaki kanan dan memar dahi.

“Arfa mengalami luka memar paha kanan dan memar pada perut, kondisi sadar,” ujarnya.

Kepolisian dan petugas dari instansi lain telah menolong dan mengevakuasi korban dari TKP dan segera membawanya ke rumah sakit. Usai itu, polisi melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi yang mengetahui peristiwa ini.

“Semua korban dibawa ke RSU ARO Pekalongan,” ungkapnya.

Hingga Minggu malam, empat korban, baik korban meninggal dunia maupun luka masih berada di rumah sakit tersebut. Kepolisian masih menghubungi keluarga agar para korban meninggal dunia dibawa ke rumah duka.

Adapun sedan Suzuki Starlet yang mengalami kecelakaan kini disita oleh kepolisian sebagai barang bukti. Herdiawan mengimbau agar pemudik berhati-hati ketika mengemudi. Saat capek atau mengantuk, lebih baik pengemudi segera berstirahat.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Deretan Kejanggalan dalam Kecelakaan Bus Terguling di Ciater
Artikel Selanjutnya
5 Fakta Kecelakaan Maut Bus di Subang