Sukses

Gaya Necis Anggota TNI Berjualan Bakso Sukses Bikin Emak-Emak Tersirep

Liputan6.com, Bogor - Berpenampilan menarik kini tidak hanya menjadi perhatian para artis, penyanyi, dan model ternama, tetapi juga tukang bakso. Dia lah Malik Al Fattaah, penjual bakso di Jalan Raya Setu Serang, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat.

Pria bertubuh atletis ini sangat memperhatikan penampilannya. Dengan gaya necis dan senyum ramah, dia melayani pelanggannya. Tentu inilah yang menjadi daya tarik dan nilai tambah bakso dagangan Malik.

 

Penampilan stylish dan keramahannya membuat pelanggan, khususnya kaum Hawa betah makan bakso di kedai milik Malik. Tidak jarang juga, Malik menjadi sasaran swafoto para pelanggan. Bahkan, ada juga pelanggan yang meminta nomor telepon genggamnya.

"Kadang saat saya menawarkan menu ada pelanggan wanita suka bengong. Tapi semua itu saya lakukan secara profesional sebagai pedagang bakso," terang bapak dua orang anak ini, akhir pekan lalu.

Selain berjualan bakso, pria kelahiran 1976 ini ternyata masih aktif sebagai anggota TNI Angkatan Laut berpangkat mayor. Meski memiliki usaha sampingan, tetapi hal itu tidak sampai menggangu aktivitasnya sebagai prajurit TNI.

"Saya hanya ikut melayani pelanggan di saat libur kerja atau pulang kerja. Selebihnya ada orang kepercayaan yang mengurusinya," kata dia.

 

2 dari 2 halaman

Hobi Memasak

Alasan Malik berjualan bakso, selain mencari tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, juga untuk menyalurkan hobi memasak.

"Prinsip saya hidup adalah pilihan, termasuk menjadi prajurit TNI harus siap hidup sederhana dan tidak boleh korupsi. Bila ingin hidup layak harus pandai-pandai memanfatkan waktu luang untuk mencari tambahan rezeki," dia menerangkan.

Malik mengaku merintis usahanya sejak akhir tahun 2010. Berawal dari bakso biasa hingga kini berhasil menciptakan bakso dengan varian berbeda, yakni bakso rendang dan bakso konro, bakso satai, dan burger bakso.

"Untuk satu porsi bakso rendang dan bakso konro bisa dimakan oleh dua orang. Untuk hargannya terjangkau kantong loh, Rp35 ribu per porsi," ucap dia.

Kini, ia memiliki angan-angan produknya yang diberi label "Bakso Ngangenin" ini menjadi salah satu pioner kuliner Indonesia dan menjadi tuan rumah di negerinya sendiri. "Harapan ke depannya lagi bisa go internasional," dia mengharapkan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Bogor Dapat Bantuan 70 Ribu Lampu Tenaga Surya
Artikel Selanjutnya
Larangan Plastik Digugat, Wali Kota Bogor: Pengusaha Jangan Bersilat Lidah