Sukses

Viral Kisah Nelangsa Bocah Berdagang Gorengan hingga Tengah Malam

Liputan6.com, Cilacap - Akhir-akhir ini jagat maya Cilacap dan sekitarnya riuh oleh unggahan tentang seorang bocah penjual gorengan yang baru kelas 4 SD. Yang membuat lebih nelangsa terkadang bocah kecil ini mengajak adiknya yang mestinya lebih muda.

Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun Callista Khanza Sport. Ia menyertakan satu foto dan satu video untuk menceritakan nasib bocah bernama Wulan yang disebutnya bersekolah di SD Negeri Petungan, Cilacap.

Ia berkisah, ibunda Wulan bekerja di Malaysia dan tak pernah pulang. Sementara ayah bocah penjual gorengan ini tak bekerja alias pengangguran.

Di Cilacap, Wulan dan sang adik tinggal bersama tante dan neneknya. Tiap pukul 17.00 WIB, Wulan mesti berangkat menjual gorengan.

Yang membuat terenyuh, Wulan, si bocah penjual gorengan ini tak diperbolehkan pulang jika dagangannya belum habis. Makanya, terkadang bocah kecil ini harus berjualan hingga pukul 12 malam.

Uang hasil jualan gorengan diserahkan seluruhnya kepada si tante. Wulan hanya dikasih uang saku Rp 2.000 dari hasil keringatnya itu.

Sekilas, dalam video berdurasi 29 detik itu, perekam video bertanya soal ayah si bocah yang berjualan gorengan. Bocah itu menjawab dengan polos bahwa ayahnya tak bekerja.

Sementara, seseorang lain yang hanya terdengar suaranya juga bertanya apa saja yang dijual si bocah dan berapa harganya. Si bocah menjawab bahwa yang dijualnya adalah lemper dengan harga Rp 2.500.

Perekam video juga bertanya sekolah si bocah penjual gorengan yang disebutnya bersekolah di Petungan. Dia juga menyatakan bahwa sebelum gorengan habis terjual, si bocah tak diperbolehkan pulang oleh tantenya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Rute Bocah Penjual Gorengan Cilacap

Astagfirulloh bagaimana ht orang" tuanya,sedangkan tantenya yg membuat gorengan ini tdk ikut memasarkan dngn alasan malu dan tdk level,sekarang pun adeknya sedang sakit dan diopname di RS Umum,untung ada neneknya yg baik,” tulis Callista Khanza Sport, dalam unggahannya, dikutip Sabtu malam, 13 April 2019.

Dia juga menyebut rute jualan bocah perempuan kelas 4 SD ini, meliputi alun-alun, Katamso, Tengger, S Parman, Sangkal Putung, dan sekitarnya. Dia juga beraharap agar siapapun yang membaca statusnya membeli dagangan Wulan agar tiap malam cepat pulang ke rumah.

Dia juga berdoa agar Wulan dilimpahi rezeki dan selalu diberi kesehatan. Saat ia mengunggah cerita itu, ia menyebut bahwa adik Wulan tengah dirawat di rumah sakit.

“tolong kalau bertemu anak ini,dibeli ya dagangannya biar dia cpt pulang,sungguh sangat ga tega dngr cerita anak ini😭😭,” dia menuturkan.

Sontak, kisah mengharukan ini viral di dunia maya, khususnya di Cilacap. Pantauan Liputan6.com Sabtu malam, pukul 22.30 WIB, sejak diunggah Jumat malam pukul 20.22 WIB, unggahan ini telah ditanggapi oleh 6.500 pengguna Facebook, dan 7,5 ribu lebih dibagikan.

Komentar juga membanjir di unggahan ini. Sebanyak 4.800 orang lebih berkomentar. Sebagian besar merasa terenyuh dengan nasib Wulan yang harus selalu berjualan tiap malam.

Ada pula yang mengecam si tante yang dinilai terlalu tega menyuruh keponakannya yang kecil berjualan hingga tengah malam.

“Ya Allah semoga sll dimudahkan rejekimu ya nak..dagangannya selalu laku habis..aamiin..,” tulis akun Herlina Dewi, dalam kolom komentar.

“Secantik apa sih tante ya, bilang ga level lagi buat jualan? Mbok kasian masa ank kecil suruh jualan goreng.n keliling? Kasian Lahhh,” tulis Akun Riska Sari.

Hingga kisah ini ditulis, akun Callista Khanza Sport belum membalas pesan Liputan6.com.

Loading
Artikel Selanjutnya
TPS-TPS Khusus di Nusakambangan untuk Pemilu 2019
Artikel Selanjutnya
Bahaya Tersembunyi dari Musim Pancaroba di Banyumas dan Cilacap