Sukses

Menghadirkan Negara Via SPBU di Jayawijaya

Liputan6.com, Jayawijaya - Tanah seluas 200 meter persegi di Kampung Lani Timur, Distrik Bolakme, Kabupaten Jayawijaya, menjadi lokasi berdirinya SPBU Kompak. SPBU ini jadi tempat penyaluran BBM satu harga.

Lokasi ini strategis, karena menjadi salah satu pintu masuk dan keluar antar kabupaten di pegunungan tengah Papua, yaitu Kabupaten Tolikara, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya dan Puncak Jaya. Distrik Bolakme menjadi urat nadi jalan raya yang menghubungkan antar kabupaten dan sudah dapat ditempuh dengan perjalanan darat.

Jarak SPBU Kompak Kampung Lani Timur dengan Kota Wamena, ibukota Kabupaten Jayawijaya, sekitar 50 kilometer. Topografi menuju ke jalur itu datar dan sebagian besar sudah teraspal.

Pengusaha yang memiliki SPBU Kompak Lani Timur, Ato Sampebuntu menuturkan ia harus mengeluarkan uang Rp 1 miliar lebih untuk investasi SPBU Kompak di Distrik Bolakme.

"Keuntungan yang saya dapatkan hanya Rp 200 perak per liter BBM. Sementara untuk menyalurkan BBM hingga ke SPBU ini, saya harus mengeluarkan uang Rp 10 ribu per liter," jelasnya, saat meresmikan SPBU Kompak Distrik Bolakme, Jumat (22/2/2109).

SPBU Kompak Bolakme mendapatkan jatah premium 150 kilo liter dan solar 50 kilo liter yang dipasok dua kali dalam sebulan. Wakil Bupati Jayawijaya, Martin Yogobi menuturkan beroperasinya SPBU Kompak Bolakme dengan BBM satu harga mampu menopang kebutuhan masyarakat dalam melakukan berbagai aktivitas serta menciptakan pertumbuhan dan peningkatan perekonomian masyarakat.

Kata Martin, SPBU Kompak Bolakme membutuhkan tenaga dan waktu panjang yang dirintis sejak 2011. Pembangunan BBM satu harga pada hakekatnya merupakan upaya pemerintah daerah mendekatkan pelayanan kebutuhan dasar bahan bakar minyak (bbm) bersubsidi di tengah warga setempat.

Martin menambahkan saat ini ada 4 SPBU Kompak di Jayawijaya dan 1 SPBU. Kuota bagi Jayawijaya sekitar 1.435 kilo liter per bulan yang terdiri dari solar 360 kilo liter per bulan, premium 905 kilo liter per bulan dan minyak tanah 170 kilo liter per bulan.

Padahal kebutuhan bbm bersubsidi Kabupaten jayawijaya sebesar 3.850 kilo liter per bulan, terdiri dari solar 1.500 kilo liter per bulan, premium 2.000 kilo liter per bulan dan minyak tanah 350 kilo liter per bulan. Jayawijaya butuh tambahan kuota bbm bersubsidi 2.415 kilo liter per bulan. Region Manager Retail Fuel Marketing VIII, Fanda Chrismianto menyebutkan SPBU Kompak Lani Timur dilengkapi dengan dua unit nozzle, untuk masing-masing produk dan dua unit mesin pompa mini untuk menampung BBM satu harga yang disalurkan di Distrik Bolakme.

 

2 dari 2 halaman

Menjaga Daerah 3 T

Fanda menambahkan Pertamina terus berkomitmen menambah jumlah lembaga penyalur BBM di seluruh wilayah Indonesia agar semua masyarakat dapat menikmati energi secara adil di wilayah 3T (Tertinggal, Terluar, Terdepan).

"Harga Premium akan sama dengan Rp 6.450 per liter dan harga Solar Rp 5.150 per liter," ucapnya.

Dengan beroperasinya lembaga penyalur tersebut, tentunya Pertamina perlu didukung oleh berbagai pihak terkait, seperti Kementerian ESDM, pemerintah daerah, aparat kepolisian dan peran aktif masyarakat agar BBM satu harga tepat sasaran.

Dirjen EBTKE Kementerian ESDM, Rida Mulyana yang ikut hadir dalam peresmian itu menyebutkan BBM satu harga di Bolakme, untuk menjaga berkelanjutan dalam hal pasokan BBM dari Pertamina dan perusahaan dengan jumlah cukup kuota dan sesuai dengan harganya.

"Inilah wujud kehadiran negara dalam bentuk energi BBM. Kita akan menjaga kondisi ini dengan baik, agar masyarakat Papua juga dapat menikmati BBM satu harga sama dengan masyarakat lainnya di Indonesia," jelasnya.

Kepala Distrik Bolakme, Hengki Tabuni berterima kasih dengan diresmikan SPBU Kompak Bolakme. Dulunya, menurut Hengki harga BBM di Bolakme mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu per liter.

"Terima kasih kepada Pertamina dan pemerintah yang telah hadir di tengah warga," jelasnya.

Simak video pilihan berikut: