Sukses

Kucing Kampung Juga Bisa Jadi Juara

Liputan6.com, Yogyakarta Selama ini orang kerap memandang sebelah mata keberadaan kucing domestik atau yang dikenal dengan sebutan kucing kampung. Tidak banyak yang tahu, kucing ini bisa bernilai tinggi dan tidak kalah dengan kucing ras jika diperlakukan dengan tepat.

"Biasanya kucing domestik dianaktirikan sebagai kucing yang senang mencuri, berkelahi, dan bikin kotor, tetapi bila dipelihara dengan baik, kucing domestik cenderung lebih nurut," ujar Wahyu Krismantoro, pemilik Savannah Pet's Health Care And Grooming House Wates Kulonprogo beberapa waktu lalu.

Ia mengungkapkan, nilai kucing domestik bisa meningkat selama perawatannya tepat. Tolok ukur peningkatan nilai kucing domestik bisa dilihat ketika hewan itu mengikuti kontes kucing.

Menurut Wahyu, kebanyakan pameran atau kontes kucing saat ini menghadirkan kucing domestik. Penilaian dalam kontes itu meliputi, bulu dan kulit yang sehat, kebersihan telinga dan kuku, tidak agresif, dan sebagainya.

"Tidak jarang juga kucing domestik justru jadi juara," tuturnya.

Ketika sudah menyandang predikat juara, kucing domestik bernilai jual tinggi. Adopter tertarik dengan kucing domestik yang bulunya cerah dan pendek, serta badannya bisa besar.

Ia menilai kucing domestik dengan kriteria itu tidak datang dengan sendirinya. Perlu pemeliharaan dan perhatian yang rutin dan disiplin.

2 dari 2 halaman

Cara Tepat Menangani Kucing Kampung

Wahyu memaparkan sejumlah jurus memelihara kucing domestik yang efektif. Kucing domestik lebih baik jika dipelihara sejak kecil.

Dalam perawatannya membutuhkan grooming rutin setidaknya dimandikan setiap seminggu atau dua minggu sekali, termasuk membersihkan telinga dan memotong kuku.

Pemberian makanan pun sebaiknya memakai cat food dan bukan makanan manusia.

"Kucing domestik memiliki naluri berburu, oleh karena itu pemberian cat food pun disesuaikan waktunya sehingga kucing tidak berburu sendiri atau memakan sesuatu yang bergerak, seperti tikus, serangga, dan sebagainya," kata Wahyu.

Kucing domestik juga perlu diberi obat cacing secara rutin setiap tiga atau enam bulan sekali. Selain itu juga perlu diberi vaksin supaya kesehatannya terjaga.

Pecinta kucing juga biasanya peduli dengan keberadaan kucing domestik mereka. Kucing domestik bisa disetril pada usia delapan bulan sebelum kucing memiliki kebiasaan bermain jauh dan mencari lawan jenisnya.

"Setelah disetril, kucing domestik perlu perhatian lebih dan biasanya pascasarjana sterilisasi kucing domestik jarang menunjukkan sikap agresif dan tidak birahi, sehingga pas jika diikutsertakan dalam kontes," ucap Wahyu.

Saksikan video pilihan berikut ini: