Sukses

Abah Rizal, Penakluk Api dan Ular dari Purwakarta

Liputan6.com, Purwakarta - Muhammad Rizal seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKPB) Kabupaten Purwakarta, bukan hanya jago dalam memadamkan kebakaran, tetapi memiliki keahlian yang cukup unik yaitu mampu menjinakkan ular.

ASN golongan 2C tersebut menceritakan keahliannya tersebut didapat secara otodidak, ketika dia menangkap ular king cobra dengan panjang lebih dari 3 meter.

"Pertama kali dapat laporan di Nagrak Darangdan, ada ular jenis king cobra ya pertama lihat sih ngeri juga tapi karena kan kita datang membantu masyarakat ya mau tidak mau harus ditangkap," ujarnya disela acara Diskusi Umum dan Sosialisasi Tunjangan Kinerja Dinamis (TKD) ASN Purwakarta, di Bale Sawala Yudhistira, Selasa, 22 Januari 2019.

Pria yang biasa disapa Abah Rizal oleh petugas damkar lainnya ini mengaku, sudah puluhan ular berhasil dia jinakkan, baik yang berbisa maupun yang tidak. Ketika menjinakkan ular, dirinya tidak menggunakan pakaian khusus, dikarenakan pihak pemadam kebakaran belum memiliki alat khusus menangkap ular.

"Lebih dari 20, kebanyakannya ular kobra, kadang ular sanca, ya timbul sendiri apalagi ketika bertugas tidak ada pakaian khusus untuk menangkap hanya dengan keyakinan dan peralatan seadanya, yang jelas ular kan enggak bisa pegang golok," dia berkelakar.

 

2 dari 2 halaman

Mengabdi untuk Masyarakat

Meski pekerjaannya cukup berisiko, Abah Rizal tak goyah. Dia hanya berpikir menolong masyarakat karena kewajiban dirinya sebagai petugas di lapangan yang memberikan pelayanan kepada warga.

"Ya saya ajak ngomong saja ularnya, kan mereka juga makhluk hidup. Ya memang berisiko tapi ini tugas dan kewajiban saya, jadi damkar bukan hanya memadamkan api, tapi harus bisa menolong masyarakat yang mengalami kejadian yang tidak diduga," ungkapnya.

Mengenai hasil ular tangkapannya, Abah Rizal bekerja sama dengan komunitas reptile Purwakarta untuk menjaga hewan melata itu. "Sementara saya serahkan kepada komunitas reptile ataupun komunitas pecinta hewan, kalau dilepas di hutan takutnya balik lagi atau dimatiin kalau ketemu masyarakat," dia menandaskan.

 

Simak video pilihan berikut ini:

Banteng Tabrak Kerumunan Massa Partai Politik, 7 Orang Terluka
Loading
Artikel Selanjutnya
Tampil Memukau, Ini Sosok Mojang Jajaka Purwakarta Terpilih 2018
Artikel Selanjutnya
Kala Driver Taksi Online Belajar Teknik Bantuan Hidup Dasar