Sukses

Foto Cantik Pagi Hari di Taman Ragil Kuning Boyolali

Boyolali - Kreativitas kembali ditunjukkan oleh warga Boyolali dengan menambah lokasi wisata baru. Kali ini, seorang warga Dusun Poncowidodo RT 028/ RW 006, Desa Blagung, Simo, Boyolali, Heriyanto menyulap pekarangan seluas 1.200 meter persegi di samping rumahnya menjadi taman bunga Celosia.

Kreativitas Heriyanto ini melengkapi dua wisata kebun lain yang sebelumnya sudah ada di Desa Blagung, yaitu Taman Purbo dan Taman Bunga Matahari Season 2 yang semuanya dikelola secara swadaya.

Kebun bunga yang diberi nama Ragil Kuning oleh sang pemilik itu awalnya dibuat atas dasar hobi semata. "Memang suka menanam, lalu tercetuslah ide membuat taman bunga yang warna-warni," ujar Heriyanto ketika berbincang dengan wartawan Solopos.com, Nadia Lutfiana Mawarni di rumahnya, Minggu, 30 Desember 2018, sore.

Sebelum dibuka 23 Desember lalu, Heriyanto memulai pembibitan pada Oktober. Dia juga menambahkan sejumlah ornamen agar tampak lebih ngehits dan Instagramable. Ikon utamanya sebuah kincir angin setinggi kira-kira enam meter bak di Negeri Van Oranje dengan kincir-kincir lebih kecil di sekelilingnya.

Sejumlah pengunjung mengaku menjadikan kincir angin sebagai tempat favorit berfoto. "Soalnya ada di tengah-tengah, jadi semua bagian taman kelihatan," ujar Nuraini (24), pengunjung asal Simo. Selain kincir, di samping kebun, Heriyanto melengkapinya dengan gazebo yang bisa digunakan untuk bersantai.

Nuraini menambahkan taman bunga yang terletak tepat di jalan raya Simo-Andong ini menjadi nilai tambah bagi pengunjung yang baru pertama kali datang. "Selain gampang dicari, kendaraan besar seperti mobil dan sepur kelinci pun mudah melintas," ujar dia.

Pengunjung lain, Sri Lestari (20) datang untuk menuntaskan rasa penasaran setelah melihat banyaknya unggahan di media sosial. Warga Kecamatan Klego, Boyolali ini datang bersama sang adik, Eli Widyastuti (18).

Mereka berdua tampak sibuk dengan kamera depan ponsel pintar. Sri sebelumnya pernah mengunjungi taman bunga serupa di daerah Bandungan, Semarang. "Tidak kalah lah dengan yang ada di Semarang," ujar Sri.

Untuk memasuki taman bunga ini pengunjung dewasa dikenai biaya Rp5.000 sementara anak-anak Rp3.000. Pada masa liburan, Taman Bunga Ragil Kuning bisa kedatangan ratusan pengunjung. Animo tinggi dari masyarakat ini disikapi positif oleh Heriyanto.

Kini ide iseng tersebut mendatangkan rezeki yang tak terkira. Ke depan laki-laki paruh baya ini berencana memperluas taman dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah yang tersisa.

 

Baca berita menarik lainnya dari Solopos.com.

Simak video pilihan berikut ini:

Sambut Baasyir, Ponpes Ngruki Mulai Berbenah

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Jenazah Paman Jokowi Dimakamkan di TPU Jogobayan
Artikel Selanjutnya
Warga Heran, Rasa Durian Manisrenggo Jadi Hambar Usai Erupsi Merapi