Sukses

Saat Angin Kencang Bikin Atap Rumah Warga di Maros Beterbangan

Liputan6.com, Maros - Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menerbangkan atap seng sekitar 12 unit rumah.

"Kejadian itu diawali hujan deras, kemudian diikuti angin kencang dan masing-masing dari sedikitnya 12 rumah yang beratap seng tiba-tiba atapnya terbawa angin," kata Ketua RW 01 Ardy di Kelurahan Allepolea, Kecamatan Lau, Kabupaten Maros, Sulsel, Sabtu 17 November 2018.

Dia mengatakan, kejadian yang tiba-tiba itu sempat membuat panik warga dan segera berhamburan keluar rumah. Kejadian yang berlangsung lebih 15 menit itu, turut memengaruhi arus lalu lintas kendaraan yang semula melaju kencang menjadi melambat karena terpaan angin kencang.

Sementara itu, warga yang semula sibuk menyelamatkan jemurannya dari hujan, terpaksa membatalkan masuk rumah setelah melihat seng atap rumahnya beterbangan karena angin kencang.

Hal itu dikemukakan Radia salah seorang warga Allepolea. Dia mengatakan, saat hujan mulai mengguyur perlahan, ia mencoba mengambil jemuran dan melemparnya masuk ke rumah melalui jendela yang terbuka.

"Namun ternyata masih ada selembar pakaian yang tertinggal, sehingga ia bergegas mengambilnya. Pas ketika itu, tiba-tiba atap seng dari kamar tidurnya terbang ke atas dan tak lama kemudian terhempas di samping rumah," kata dia seperti dilansir Antara.

Dia mengatakan, kondisi itu membuatnya sempat shok dan tidak berani kembali masuk rumah dan hanya berdiam di teras rumah tetangganya.

Syukurlah tidak ada barang yang rusak, lanjut dia, hanya sebagian atap seng saja terbuka, tetapi bisa langsung diperbaiki kembali dengan meminta bantuan tetangga.

Hingga saat ini, baru sebagian warga yang memperbaiki atap sengnya yang sempat terbuka karena terbawa angin kencang.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Detik-Detik Angin Kencang Terbangkan Atap Ratusan Rumah Warga Banyumas
Artikel Selanjutnya
Angin Kencang dan Longsor Porak-porandakan Banyumas dan Banjarnegara