Sukses

Jasad Bayi dalam Kardus Gegerkan Jemaah Salat Subuh

Liputan6.com, Kebumen - Salat berjemaah di masjid adalah rutinitas yang nyaris tak pernah ditinggalkan oleh Komadin (65) dan Ratinem (66). Keduanya, adalah warga Desa Padureso RT 2/1, Kebumen, Jawa Tengah.

Seperti Minggu pagi (11/11/2018), misalnya, keduanya juga salat berjemaah di masjid terdekat. Setelah selesai, sekitar pukul 05.30 WIB, mereka pun pulang.

Dalam perjalanan pulang itu lah, keduanya melihat kardus tergeletak di pinggir jalan. Saat diperiksa, ternyata kardus itu berisi jasad bayi lelaki yang diketahui telah meninggal dunia.

Temuan ini pun membuat geger jemaah salat subuh lain dan warga setempat. Lantaran takut, keduanya lantas melaporkan temuan ini kepada perangkat desa setempat yang lantas meneruskan laporan itu kepada kepolisian.

Tak lama berselang, anggota Polsek Padureso dan Tim Inafis Polres Kebumen datang dan mengolah tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad bayi ini.

Kasubbag Humas Polres Kebumen, AKP Suparno mengatakan dari hasil pemeriksaan polisi dan tim Medis Puskesmas Padureso, diketahui bayi sudah dalam keadaan meninggal ketika ditemukan. Polisi juga masih menyelidiki penyebab kematian bayi nahas ini.

"Masih tunggu hasil otopsi," katanya, Minggu.

Suparno juga mengimbau agar masyarakat yang mengetahui atau mempunyai informasi mengenai jasad bayi ini untuk segera melapor kepada polisi.

"Identitas akan kami lindungi," dia menegaskan, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Minggu sore.

2 dari 2 halaman

Iba Warga Kalikajar untuk Jasad Bayi Perempuan yang Ditemukan di Kali

Selang beberapa jam setelahnya, tengah hari di hari yang sama, warga Kampung Serang Kelurahan Kalikajar, Wonosobo juga menemukan jasad bayi. Bayi ini ditemukan di bawah jembatan Sungai Serang.

Kapolres Wonosobo, AKBP Abdul Waras melalui Kapolsek Kalikajar, Iptu Budi Rustanto mengatakan sebelumnya warga mencium bau busuk meruap dari jembatan Sungai Serang. Setelah diperiksa mereka menemukan jasad bayi berjenis kelamin perempuan.

Tak ingin bertindak sendiri, warga lantas melaporkan temuan jasad bayi ini ke Kepolisian Sektor Kalikajar. Usai olah TKP, jenazah bayi tersebut langsung dibawa ke Puskesmas Kalikajar.

“Untuk kondisi korban sendiri sudah dalam setengah membusuk dengan kondisi tanpa ari-ari. Ada beberapa luka di bagian tubuh yang diduga karena terbentur batu sungai,” ucap Budi.

Budi enggan menduga-duga motif pembuangan jasad bayi ini. Belum diketahui pula penyebab kematian korban.

"Untuk pelaku sendiri, kami masih melakukan penyelidikan. Kami sudah meminta keterangan dari beberapa warga yang menemukan korban," tandasnya.

Bidan Puskesmas Kalikajar, Sri Rejeki, pemeriksa pertama korban, menduga tali pusat putus bukan karena dipotong. Diduga bayi tersebut dibuang segera setelah dilahirkan.

"Mengenai berat bayi yang saat ini mencapai 1,5 kg, diperkirakan bayi lahir dalam usia kandungan yang cukup, setidaknya lebih dari 7 bulan namun belum mencapai 9 bulan," Sri mengungkapkan.

Iba terhadap nasib jasad bayi perempuan ini, warga Kampung Serang meminta agar ia dimakamkan di pemakaman umum setempat. Rencananya, setelah proses pemeriksaan selesai, jenazah korban akan diserahkan kepada warga.

“Saya mewakili warga Kampung Serang akan menerima jenazah korban dan akan kami lakukan pemakaman yang layak,” kata Naryono, tokoh Pemuda Kampung Serang.

Loading
Artikel Selanjutnya
Dikira Boneka, Ternyata Jasad Bayi Mengambang di Saluran Irigasi Tarum Timur