Sukses

Cerita Penyu-Penyu Bertahan di Tengah Gempa Lombok

Lombok - Gempa masih menghantui kawasan Lombok. Padahal di lokasi tersebut, tepatnya Gili Trawangan terdapat sebuah penangkaran penyu.

Marjan merupakan salah satu warga Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat yang turut andil dalam pelestarian penyu di lokasi yang terdampak gempa itu.

Indonesia merupakan rumah dari enam spesies penyu yang ada di dunia. Namun data The International Union for Conservation of Nature (IUCN) menyebutkan, penyu dalam status rentan, terancam punah, hingga sangat terancam.

Upaya pelestarian dimulai dari konservasi tukik yang dikelolanya di bibir pantai Gili Trawangan. Ketika itu, kolam konservasi yang dibangun tanun 2009 sangat sederhana, di bawah atap jerami dengan luas 3x1,5 meter.

Seiring waktu, Marjan tak lagi sendiri. Warga Lombok mulai ikut dalam upaya pelestarian khususnya spesies penyu belimbing (Dermochelis coriacea) yang memang banyak mendarat di Gili Trawangan.

Caranya, mereka ikut menginformasikan keberadaan telur-telur penyu yang dilihatnya ke pihak konservasi. Dalam satu tahun Marjan bisa mendapatkan 1.500 butir telur penyu.

Untuk merawat tukik, Marjan dan tiga orang kawannya membersihkan kolam tukik setiap hari dan memberikan pakan ikan segar 1 kg per hari.

Untuk ikan segar pakan tukik, Marjan bisa menghabiskan Rp 6 juta rupiah per bulan. Biaya merawat dan pakan berasal dari donasi yang diberikan pengunjung, penjualan kartu pos, dan pihak-pihak yang turut serta dalam pelestarian penyu.

Marjan berharap pemerintah bisa semakin memperhatikan konservasi penyu di Indonesia. Sebab tingkat kematian penyu itu sendiri mencapai 85 persen.

"Ini adalah warisan untuk anak cucu kita, untuk mengetahui penyu itu masih ada keberadaannya," ucap Marjan.

* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.

 

Simak video pilihan berikut ini: