Sukses

Aksi Galang Dana Bocah-Bocah Banyumas untuk Korban Gempa Lombok

Liputan6.com, Banyumas - Bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) memicu keprihatinan dan simpati masyarakat Indonesia dan dunia. Pun, di Banyumas Jawa Tengah.

Berbagai elemen masyarakat, mulai dari PNS, TNI, Polri, masyarakat umum, mahasiswa hingga anak-anak di sekolah-sekolah dasar menggelar Salat Gho’ib. Mereka pun menggalang dana untuk dikirimkan kepada korban gempa Lombok.

Mahasiswa mengumpulkan dana dan berbagai bentuk bantuan di kampus-kampus adapun para pegawai atau karyawan menyumbang dana lewat lembaga atau perusahaannya. Siswa pun mengumpukan dana di sekolah masing-masing.

Salah satunya di SD Negeri 1 Kracak Kecamatan Ajibarang, Banyumas. Di sekolah ini, puluhan siswa mengumpulkan dana dan bantuan berupa barang untuk korban gempa Lombok dari siswa, guru dan masyarakat umum.

Mereka berkeliling dari kelas-ke kelas. Sebagian lainnya beranjak ke ruang guru. Ada pula yang berkeliling perkampungan terdekat dan toko-toko.

Apa yang mereka lakukan adalah sebentuk empati atas penderitaan saudara sebangsa dan setanah air yang kini tengah kesusahan tertimpa bencana. Penderitaan korban gempa telah memantik belas kasih masyarakat luas.

"Iya untuk korban-korban gempa di sana. Kasihan," ucap seorang siswa SD Negeri Kracak, Gesit.

Ia mengaku prihatin dengan bencana yang menimpa saudara-saudaranya Lombok. Sebab itu, ketika ada gerakan penggalangan dana untuk korban gempa Lombok, ia turut aktif mengumpulkan dana.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Ungkapan Keprihatinan dan Menggugah Kewaspadaan

Gesit menerangkan, rekan-rekan sekelasnya berbagi tugas. Ada yang berkeliling ke kelas-kelas, ruang guru dan perkampungan. Bantuan itu akan dikirimkan secepatnya.

"Ke warung-warung, konter HP, sama ke ruang guru. Semuanya akan dikirimkan ke Lombok,” dia menuturkan.

Kepala SD Negeri 1 Kracak, Wanto Tirta mengatakan, penggalangan dana ini diinisiasi para guru yang ingin melatih empati siswanya. Menurut dia, penggalangan dana untuk korban gempa Lombok menjadi upaya pembentukan karakter anak didik.

Wanto pun berharap dengan aksi penggalangan dana ini, siswanya memiliki rasa kemanusiaan dan empati yang tinggi pada sesamanya, terutama yang tengah menghadapi kesulitan.

"Ini merupakan pendidikan karakter agar siswa memiliki empati yang tinggi," ucap Wanto.

Selain untuk melatih empati, penggalangan dana untuk korban gempa Lombok ini pun sekaligus sebagai pengingat bahwa bencana bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk di Banyumas. Karenanya, diselipkan pula pesan untuk mewaspadai potensi bencana alam.

Rencananya bantuan yang terkumpul ini akan dikirimkan ke Lombok melalui Palang Merah Indonesia (PMI) Banyumas. Usai terkumpul, perwakilan siswa dan guru akan menyerahkan seluruh bantuan ke PMI untuk disalurkan ke Lombok.

Live Streaming EMTEK GOES TO CAMPUS 2018 di Surabaya

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
576 Gempa Susulan, Warga Lombok Mengungsi Lebih Lama Butuh Stok Sembako
Artikel Selanjutnya
BNPB: Korban Gempa Lombok Terus Bertambah, 392 Orang Meninggal