Sukses

Kematian Tragis Polwan Cantik Gegerkan Batam

Batam - Warga Perumahan Cipta Asri Tahap I, Sagulung, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), terkejut mendengar teriakan dari sebuah rumah pada Rabu malam, 25 Juli 2018, sekitar pukul 22.00 WIB. Rumah itu ditinggali seorang perwira pertama kepolisian dan istrinya yang seorang Polwan berpangkat brigadir.

Warga mengaku mendengar teriakan suami Polwan cantik berinisial MM. Ketika itu, sang suami menemukan istrinya tanpa nyawa dengan kondisi tubuh tergantung di tangga lantai 2 rumah korban.

Sedangkan, kedua anak mereka sudah tidur terlelap di lantai dua rumah itu. Salah seorang tetangga, Yati (58), menuturkan bahwa MM seorang yang pendiam dan tidak pernah cerita soal pekerjaan ataupun keluarganya.

"Anaknya cukup tertutup, mungkin mau jaga wibawanya, karena dia seorang aparat ya," ucap Yati saat ditemui Batamnews.co.id, Kamis dini hari, 26 Juli 2018.

Walaupun cukup tertutup, Polwan cantik itu merupakan orang yang ramah. Jika berjumpa di jalan atau di warung, MM kerap kali lebih dulu menyapa.

"Tapi, dia itu mau nyapa juga, jadi ramahlah terhadap sekitar, cuman sekedar aja, dia juga jarang bergabung dengan ibu-ibu yang lain," katanya.

Wanita paruh baya tersebut mengatakan bahwa MM sering sekali menggunakan jasanya untuk urut. "Ya, sesekali mau ngurut sama saya, terakhir itu enam bulan yang lalu, biasalah karena kecapean," imbuhnya.

Yati tak menyangka jika MM tewas ditemukan gantung diri. Padahal, dari penglihatannya, MM cukup baik-baik saja, tidak menunjukkan hal-hal aneh.

"Dia itu ibu yang lembut, sering bawa anaknya jalan sekitar kompleks, jadi sangat terkejut karena kejadian ini," jelasnya.

Apalagi, menurut Yati, berdasarkan cerita dari tetangga yang lain, polwan tersebut pada Rabu sore itu sempat duduk melamun di pintu gerbang masuk blok perumahan. Menurutnya, tidak pernah sekalipun MM mau duduk di sana.

"Makanya aneh, karena sore itu sekitar jam 6 sore, dia duduk dan melamun, biasanya tak pernah dia begitu, itu pertama kalinya, eh tak tahunya, malamnya ada kejadian seperti ini," ujarnya.

Adapun Polwan tersebut meninggalkan seorang suami dan dua anak, yaitu anak laki-laki yang sudah kelas 4 SD dan anak kedua perempuan yang sudah kelas 2 SD. Brigadir MM merupakan seorang penyidik di Polsek Batuaji, Batam, Kepri.

Baca berita menarik dari Batamnews.co.id lain di sini.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 4 halaman

Brigadir MM di Mata Rekan Kerja

Kematian Brigadir MM tentunya meninggalkan duka mendalam di kalangan rekan kerja di lingkungan kepolisian. Dalam pantauan Batamnews.co.id, di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri, beberapa rekan kerja Brigadir MM sudah berdatangan.

Di antaranya terlihat Kapolsek Lubuk Baja Kompol Yunita Stevani, Kanit PPA Polres Barelang Iptu Yunita Dhefani, Kapolsek Bandara Hang Nadim Batam Iptu Betty, Kanit Lakalantas Ipda Efendi Marpaung, dan lainnya.

Beberapa rekan kerja almarhum seakan tak percaya dan menyayangkan kepergiannya dengan bunuh diri dari obrolan yang terdengar. "Sepertinya depresi, tapi kenapa harus bunuh diri, itu yang kami heran," ujar salah satu polwan.

Beberapa anggota polisi lain sempat mempertanyakan motif kematian Brigadir MM. "Bisa jadi cekcok sama suaminya sebelum bunuh diri," ujar seorang polisi dalam obrolan mereka.

 

3 dari 4 halaman

Rencananya Menyidik Pelaku Pembuang Bayi

Adapun Kapolsek Batuaji, Kompol Dalimunthe sempat menelepon Brigadir MM. Namun, telepon tidak diangkat, sebelum akhirnya MM ditemukan tewas diduga gantung diri di Perumahan Cipta Asri tahap I, Sagulung, Batam, Kepri.

Dalimunthe mencari MM untuk melakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku pembuangan bayi yang terbakar di Muka Kuning.

Dalimunthe akan melakukan pemeriksaan badan terhadap jenazah bayi tersebut. Sebab, setelah dibawa ke RSUD Embung Fatimah, ada satu orang dari tiga perempuan penghuni kos yang dicurigai sebagai pelaku.

"Tadi malam saya telepon-telepon beliau tapi tak diangkat, kan anggota kita di polsek ada korban (MM)," ujar Kapolsek saat ditemui Batamnews.co.id di lokasi kejadian Polwan yang diduga gantung diri, Kamis dini hari, 26 Juli 2018.

Akhirnya, pemeriksaan dilakukan oleh anggota polwan yang lain. Selang beberapa jam kemudian, Dalimunthe mendapat kabar bahwa MM telah tewas diduga gantung diri. "Dan tak tahunya korban sudah meninggal," imbuhnya.

Sebelumnya, MM pertama kali ditemukan tewas diduga gantung diri oleh suaminya, TS, Rabu, 25 Juli 2018, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat ditemukan, kaki Brigadir MM terjuntai ke lantai. Ikatan tali bunuh diri terikat ke tangga lantai dua rumahnya.

Ia menggunakan baju kaus dan celana rumahan. Lehernya terjerat sebuah tali. Polisi tak banyak menginformasikan soal kematian Brigadir MM dan belum mengungkap motifnya.

 

4 dari 4 halaman

Sebelum Meninggal, Brigadir MM Mengaku Depresi ke Suami

Brigadir MM (32) ditemukan tak bernyawa di rumahnya. Kondisinya sangat memprihatinkan, tergantung dengan leher terikat sebuah kabel. Diduga, polwan yang bertugas sebagai penyidik di bagian Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Batuaji itu sedang depresi.

Kapolsek Batuaji, Kompol Syarifudin Dalimunthe mengatakan, saat anggotanya ke lokasi, suami Maria, mengatakan istrinya sebelumnya sempat mengaku tidak mau lagi berdinas di Unit Reskrim Polsek Batuaji bagian PPA.

Ipda TS, suami Brigadir MM pun tampak terpukul dengan kejadian ini. "Inafis Polresta Barelang tiba dan melakukan olah TKP, kemudian jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Polda untuk divisum," kata Syarifudin.

Menurut keterangan Diani Aritonang, pembantu rumah tangga, awalnya, suami MM keluar rumah, Rabu lalu, pukul 19.30 WIB. Ia hendak melihat istri temannya yang melahirkan di RSBK Batam. Saat itu, Diani sedang berada di lantai dua beristirahat.

Pada Rabu lalu pukul 22.30 WIB, TS pulang, tiba-tiba ia berteriak sehingga Diani terbangun dan mendapati MM sudah meninggal dunia. Saat ditemukan, posisi sang Polwan sudah tak bernyawa dengan leher terikat kabel warna merah yang diikat pada bagian pegangan tangga lantai 2.

Lidahnya terjulur keluar, menggunakan baju kaus warna abu-abu dan celana panjang sebetis berwarna putih. Namun, kakinya justru tampak menginjak lantai. Jenazah Brigadir MM kemudian divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.