Sukses

Pegangan pada Jeriken, 2 Nelayan Aceh Bertahan di Tengah Laut

Aceh Timur - Kapal Motor (KM) Indah Harapan berbobot 6GT asal Idi Cut, Kecamatan Darul Aman, Aceh Timur, karamĀ akibat badai di perbatasan perairan Aceh-Malaysia. Dua anak buah kapal (ABK) atas nama Muhammad dan Muhammad Nasir hilang, sedangkan dua lainnya selamat setelah ditemukan di Thailand.

Mereka adalah Darkasyi dan Bailatul Aqmi. Kedua nelayan asal Kabupaten Aceh Timur, Aceh, itu akhirnya dipulangkan ke Indonesia.

Sekretaris Panglima Laot Aceh Miftach Cut Adek mengatakan, kedua nelayan Aceh berangkat pada hari ini, Selasa (24/7/2018) sekitar pukul 09.50 waktu setempat dari Bandar Udara Internasional Penang, Malaysia.

Kedua diperkirakan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Aceh Besar, pada pukul 10.50 WIB.

"Nelayan asal Kecamatan Idie Cut, Aceh Timur yang ditemukan selamat di perairan Thailand dipulangkan ke Kota Banda Aceh. Berangkat pada Selasa pagi," kata Miftach kepada JawaPos.com di Banda Aceh, Senin, 23 Juli 2018.

Miftach mengatakan, kapal yang digunakan nelayan Aceh Timur ini karam beberapa waktu lalu di perbatasan Indonesia-Malaysia ketika hendak berlayar atau melaut. Dua dari empat anak buah kapal (ABK) itu selamat karena menggunakan jeriken sebagai pelampung darurat.

Mereka ditemukan di perairah dan kapal nelayan Thailand. "Sedangkan, dua orang ABK lainnya belum ditemukan sampai saat ini," ungkapnya.

Keempat nelayan itu berangkat pada Jumat, 6 Juli 2018, dari Pelabuhan Idie Cut. Tenggelamnya kapal diperkirakan terjadi pada 10 Juli 2018.

"Keterangan (yang saya peroleh), tenggelamnya boat tersebut diakibatkan badai dan ombak besar," jelas dia.

Panglima Laot Aceh akan mengadvokasi semaksimal mungkin, agar mereka dapat segera ditemukan dan dipulangkan. Hingga kini belum diketahui pasti apa penyebab pasti kapal nelayan Aceh tersebut bisa tenggelam, termasuk keberadaan dua ABK yang hilang.

Baca berita menarik JawaPos.com lainnya di sini.

Saksikan video pilihan berikut ini: