Sukses

Mahasiswi Hilang di Gunung Gamalama Ditemukan, tapi Terkena Hipotermia

Liputan6.com, Ternate - Rahmi Kadir, mahasiswi pendaki yang dilaporkan hilang kontak di puncak Gunung Gamalama, berhasil ditemukan pada Kamis pagi tadi sekitar pukul 06.35 WIT.

Mustari, Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan (SAR) setempat, menyatakan bahwa mahasiswi asal Ternate, Maluku Utara, itu ditemukan oleh tim gabungan di Pos 5 Gunung Gamalama. Ia dalam keadaan sadar, tapi mengalami hipotermia atau kedinginan.

Saat ini, tim SAR gabungan masih melakukan perawatan dan evakuasi terhadap korban menuju posko di Kelurahan Moya, Kecamatan Ternate Tengah. Setelah dari pos, baru kemudian korban (Rahmi Kadir) akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan," ucap Mustari saat dikonfirmasi Liputan6.com, Kamis (21/6/2018).

Sebelumnya, mahasiswi 21 tahun itu bersama tujuh rekan mendaki ke puncak Gunung Gamalama, Selasa, 19 Juni 2018. Saat di puncak, Rahmi pamit ke teman-temannya untuk buang air kecil pada pukul 06.00 WIT atau selepas Subuh.

Namun, sejak itu, Rahmi sudah tidak lagi terlihat. Bahkan, ketujuh temannya mengira Rahmi sudah kembali ke rumah setelah turun dari Gunung Gamalama. "Setelah dicek yang bersangkutan tidak ada dan kemudian dilaporkan hilang," kata Mustari.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

 

2 dari 2 halaman

Detik-Detik Mahasiswi Hilang di Gunung Gamalama

Sebelumnya, berdasarkan informasi yang diperoleh Liputan6.com, Rahmi Kadir, mahasiswi pendaki di Gunung Gamalama, Ternate, dilaporkan hilang pada Rabu sore, 20 Juni 2018. Warga Jambula ini mendaki bersama adiknya bernama Ratna Abdul Kadir dan beberapa rekan mahasiswa lainnya sejak Selasa, 19 Juni 2018.

Mereka seluruhnya berjumlah delapan orang. Para pendaki ini berangkat dari Kelurahan Jambula menuju Moya, Ternate Tengah, naik ke puncak Gunung Gamalama.

Saat tiba di puncak Gunung Gamalama, para pendaki ini membuka tenda dan bermalam. Ketika Rahmi merasa buang air, ia lalu keluar dari tenda. Namun, mahasiswi 21 tahun itu tak lagi kembali ke tenda hingga esok harinya.

Rekan-rekannya pun khawatir. Mereka kemudian memberikan laporan ke keluarga korban. Setelah itu, keluarga korban langsung melaporkan kepada yang berwajib untuk meminta pencarian dan pertolongan terhadap Rahmi.

"Kami mendapatkan informasi ini dari rekan-rekannya sekitar pukul 19.00 WIT. Dari informasi yang disampaikan tersebut kami langsung mengambil tindakan dengan menerjunkan beberapa personel SAR dan beberapa tim gabungan ke lokasi guna melakukan pencarian," kata Mustari, Kepala Basarnas Ternate, Rabu malam, 20 Juni 2018.

Mustari menjelaskan, mahasiswi pendaki itu hilang sudah satu hari, yakni sejak Selasa, saat korban bersama rekan-rekannya berjumlah delapan orang melakukan pendakian.

"Keterangan dari rekan-rekannya, saat itu korban pamitan buang air. Namun, tak kunjung datang dan mereka tidak tahu korban pergi ke mana," katanya.

Hingga Rabu malam, Tim SAR Ternate bersama warga Kelurahan Moya dan Babinsa sedang menuju puncak Gamalama untuk mencari korban.

Artikel Selanjutnya
Mendaki Bersama 7 Teman, Mahasiswi Asal Ternate Hilang di Gunung Gamalama
Artikel Selanjutnya
Di Balik Kisah Pendaki Gunung Bawakaraeng Ditinggalkan Rombongan hingga Sekarat