Sukses

Kondisi Terkini Bandara Cilacap Usai Kecelakaan Pesawat Latih

Liputan6.com, Cilacap - Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) hingga hari ini masih menyelidiki kecelakaan pesawat latih yang terjadi di Bandar Udara Tunggul Wulung (BTW), Cilacap, Jawa Tengah Selasa, 20 Maret 2018 lalu.

Dalam insiden itu, seorang pilot yang juga tercatat sebagai instruktur penerbangan Ganesha Flight Academy, MJ Hanafie meninggal dunia. Hanggar dan tujuh pesawat rusak dalam kecelakaan pesawat latih ini.

Tim KNKT hingga hari ini masih mencari data dan menginvestigasi kasus kecelakaan pesawat ini, terutama di apron atau landasan parkir dan hanggar milik Perkasa Flight School yang tertabrak pesawat naas tersebut.

Petugas bandara dan staf sekolah penerbangan yang terlibat insiden pun dimintai diperiksa oleh tim KNKT.

Sejalan dengan itu, Bandara Tunggul Wulung Cilacap tetap beroperasi, meski dalam status Notice for Airmen (Notam) atau peringatan penerbangan. Notam dikeluarkan terkait dengan apron seluas 1.000 meter persegi yang masih ditutup (displace).

Penutupan apron Bandara Tunggul Wulung Cilacap dilakukan lantaran area itu masih terdapat barang bukti dalam kecelakaan pesawat latih yang tengah dikumpulkan dan didata oleh tim KNKT.

 

2 dari 3 halaman

Peringatan Penerbangan untuk Pesawat di Cilacap

Meski begitu, Kepala Bandara Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Kelas III Tunggul Wulung, Cilacap Denny Ariyanto mengatakan, jadwal penerbangan reguler tak terganggu. Sebabnya, landasan pacu bandara tak terdampak kecelakaan pesawat latih tersebut.

Yang terdampak adalah apron dan hanggar di area yang digunakan oleh Sekolah Penerbangan Perkasa. Area yang ditutup pun hanya kisaran 10 persen apron dari kapasitas bandara.

"Masih ada 89 persen area yang masih bisa digunakan," ucap dia, saat dihubungi Liputan6.com, Kamis siang, 22 Maret 2018.

Tiap hari terjadwal penerbangan reguler Susi Air ke Bandara Halim Perdanakusuma. Selain itu, ada pula penerbangan di luar jadwal reguler (un-schedulle flight) pada Rabu dan Kamis dari maskapai Pelita Air.

Denny mengemukakan, Tim KNKT Kamis ini dijadwalkan selesai menginvestigasi kecelakaan pesawat latih dan akan mengeluarkan perintah clearance atau pembersihan area apron dan hanggar yang rusak akibat kecelakaan pesawat latih tersebut.

"Sementara masih menunggu tim dari KNKT bekerja untuk investigasi," dia menjelaskan.

 

3 dari 3 halaman

4 Sekolah Penerbangan di Bandara Tunggul Wulung Cilacap

Selain digunakan untuk penerbangan komersial, Bandara Tunggul Wulung Cilacap juga digunakan oleh empat sekolah penerbangan. Keempat sekolah penerbangan tersebut yakni, Ganesha, Perkasa, Deraya dan Alfa Flight School.

Dua sekolah penerbangan di luar yang terlibat insiden, yakni Deraya dan Alfa, sempat diliburkan. Namun, keduanya memulai operasi dengan normal.

Diketahui, kecelakaan pesawat latih terjadi di Cilacap Selasa, 20 Maret 2018, sekitar Pukul 15.20 WIB. Dalam peristiwa itu, seorang instruktur penerbang (Flight Instructure) atas nama MJ Hanafie meninggal dunia. Selain itu total tujuh pesawat rusak dalam insiden ini.

Pesawat latih dengan registrasi PK-RTZ milik Ganesha Flight Academy jatuh saat berlatih aerobatik. Pesawat gagal naik saat bermanuver dealam posisi hidung pesawat (nose) di bawah.

Akibatnya, pesawat menabrak sejumlah pesawat lain yang terparkir di apron dan hanggar Perkasa Flight School. Pesawat berlatih aerobatik untuk ditampilkan pada wisuda siswa Ganesha Flight Academy, Sabtu pekan ini.

Sakasikan video pilihan berikut ini:

 

Loading
Artikel Selanjutnya
KNKT Ungkap Kronologi Kecelakaan Pesawat Lion Air JT 610
Artikel Selanjutnya
Pesawat Kargo Pembawa Staf Presiden RD Kongo Jatuh di Hutan, Sabotase?