Sukses

600 Lampu Ramah Lingkungan untuk Warga Asmat

Liputan6.com, Jayapura - PLN wilayah Papua dan Papua Barat (PLN WP2B) memberikan 600 buah lampu ramah lingkungan. Sumbangan ini diberikan khusus kepada masyarakat tak mampu di Kabupaten Asmat, dalam upaya pemulihan Kejadian Luar Biasa (KLB) Asmat.

Lampu ramah lingkungan dengan nominal Rp 780 juta langsung dipasang di rumah warga. Dalam satu rumah terdapat maksimal tiga lampu penerangan.

"Ini lampu yang bersumber dari energi matahari. Bantuan ini kami berikan sebagai kepedulian PLN kepada masyarakat di Asmat dalam hal penerangan. Kami terus berupaya melistriki masyarakat Asmat," ujar General Manager PLN WP2B, Yohanes Sukrislismono usai memberikan bantuan kepada masyarakat di Kampung Mbait, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Rabu (7/2/2018).

 

Wakil Bupati Asmat Thomas E. Safanpo menuturkan selama ini, warga setempat masih menggunakan penerangan yang bersumber dari genset, bahkan pelita atau lilin. Kelistrikan di Kabupaten Asmat juga belum dikelola oleh PLN, melainkan masih dikelola oleh pemerintah setempat.

"Kami berharap dalam waktu dekat pengoperasian listrik di Agats atau distrik lainnya di Asmat dapat dikelola oleh PLN, sehingga diharapkan 23 distrik dapat diterangi oleh PLN," katanya.

Dukungan bantuan yang diberikan dalam pemulihan KLB Asmat tak hanya itu saja, namun PLN WP2B memberikan bantuan bahan makanan senilai Rp 50 juta.

 

2 dari 2 halaman

965 Kampung di Papua Masih Gelap

Sementara itu hingga saat ini, 965 desa atau kampung di Provinsi Papua dan Papua Barat masih belum menikmati penerangan listrik. Sebanyak 965 kampung itu tersebar di Papua sebanyak 551 kampung dan di Papua Barat sebanyak 414 kampung.

Untuk menerangi kampung tersebut, tahun ini, PLN WP2B membangun sejumlah pembangkit berkapasitas besar dan kecil, untuk meningkatkan rasio elektrifikasi 58,74 persen. Pembangunan pembangkit listrik berkapasitas kecil untuk menerangi kurang lebih 2.500 desa yang belum berlistrik. Tahun sebelumnya, PLN telah melistriki 191 desa.

PLN terus melakukan terobosan untuk melistriki desa dengan melakukan ekspansi jaringan yang telah ada dan membangun pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) kecil.

Selain melisitriki desa, PLN juga ditugaskan meningkatkan jam nyala operasi di desa-desa menjadi 24 jam, dari sebelumnya 12 jam atau 18 jam nyala.

Manager Area Jayapura, PT PLN, John Semuel Yarangga mengatakan untuk tahap awal, PLN akan melistriki 233 desa di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Jayapura.

Saksikan video pilihan berikut ini: 

https://www.vidio.com/watch/1253458-menkes-bicara-soal-campak-dan-gizi-buruk-di-asmat-liputan6-pagi