Sukses

Tenggelamnya 14 Kapal di Pantai Selatan

Liputan6.com, Cilacap - Insiden tenggelam massal belasan kapal dan rusaknya puluhan kapal di pantai selatan menjadi catatan bencana derah Cilacap, Jawa Tengah pada Oktober ini. Pemicunya adalah banjir yang menghembalang di Kali Yasa.

Kala itu nelayan Cilacap usai menggelar sedekah laut dan ditutup dengan pagelaran wayang kulit di malam harinya. Akibatnya mereka kurang waspada. Sunarno misalnya, Warga Sidakaya, Kecamatan Cilacap Selatan ini memutuskan untuk tak melaut pada Sabtu. Ia berencana baru melaut lagi keesokan harinya.

Tak hanya Sunarno, sebagian besar nelayan di muara Kali Yasa juga merasa perlu mengistirahatkan fisik dan mentalnya setelah mempersiapkan Sedekah Laut berminggu-minggu. Puncak sedekah laut digelar Jumat 6 Oktober 2017 dilanjutkan Jumat malam hingga Sabtu dinihari, 7 Oktober 2017.

Sabtu itu, cuaca mendung. Gerimis, kadang ditingkahi hujan intensitas sedang, turun sejak pagi. Menjelang siang, hujan super deras mengguyur Cilacap. Terlalu lelah begadang berhari-hari, banyak nelayan terlena. Hujan melelapkan tidur para nelayan.

Sunarno ketika itu sudah bangun dan hendak menciduk air hujan yang memenuhi kapal motornya. Melihat air bah yang bergolak, ia pun segera menguatkan tali tambat kapalnya. Ia beruntung, kapalnya hanya mengalami rusak ringan lantaran bertumbukan di pinggiran kali yasa.

Tetapi, nasib buruk dialami oleh nelayan-nelayan yang tak sempat menyelamatkan kapal mereka. Tanpa sepengetahuan mereka, di bagian hulu Kali Yasa dan Sungai Serayu, sebagai induk Kali Yasa, turun pula hujan deras pada dini hari.

Kala hujan deras baru saja mengguyur Cilacap, air bah telah menerjang Kali Yasa. Sontak, ratusan perahu hanyut karena tali tambat putus. Kapal-kapal berukuran di bawah 10 gross ton (GT) saling bertumbukan.

Hari itu 14 kapal tenggelam, baik di Kali Yasa maupun setelah hanyut hingga pantai. Tercatat 53 kapal rusak berat dan ringan. Kapal baru bisa dievakuasi keesokan harinya lantaran cuaca yang tak memungkinkan. Evakuasi dilakukan selama dua hari berturut-turut, dengan bantuan kapal crane Pelabuhan Perikanan Samuderas Cilacap (PPSC).

Cuaca buruk dan gelombang tinggi terus berlangsung di perairan Cilacap. Insiden terakhir terjadi pada Sabtu dan Minggu (21-22/10/2017). Pada Minggu, satu kapal berukuran 7 GT tenggelam. Sementara, sehari sebelumnya, di lokasi yang sama empat kapal motor di bawah ukuran 10 groos ton juga tenggelam dengan penyebab serupa, yakni arus deras Kali Yasa dan cuaca buruk.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap, Sarjono mengatakan dari sekitar 60 kapal kapal yang tenggelam, 15 di antaranya rusak parah. Bahkan dua kapal patah menjadi dua bagian. Kapal-kapal itu nyaris tak bisa lagi diperbaiki. Sebab itu, kerugian akibat rusaknya kapal dan hilangnya peralatan disebut mencapai Rp 3 miliar.

"Lebih kurang ada 50 kapal yang mengalami kerusakan ringan. Kalau yang berat sekitar 15. Itu untuk evakuasi, ada bantuan crane mobile Pelabuhan PPSC. Dibantu oleh warga nelayan dan TPKL," katanya, Senin, 23 Oktober 2017.

Dia berharap agar pemerintah memberi perhatian dan membantu para nelayan. Sebab, insiden kerusakan massal ini disebabkan oleh bencana alam.

Saksikan video pilihan di bawah ini: 

Loading