Sukses

Kondisi Korban Banjir Bandang 4 Sungai Sekaligus di Banyumas

Liputan6.com, Banyumas - Supriyono dan Suhud masih kelimpungan mencari sepeda motor mereka yang hanyut terbawa banjir bandang Sungai Logawa, Minggu petang, 15 Oktober 2017. Mereka menyisir hingga sejauh satu kilometer dari titik Sungai Logawa menelan mentah-mentah satu dump truck, satu pikap, dan tiga sepeda motor.

Hingga Senin (16/10/2017) siang, tim gabungan dan warga baru berhasil menemukan satu sepeda motor di jarak 500 meter dari titik hanyut. Namun, sepeda motor itu bukan milik Suhud dan Supriyono, melainkan Teguh.

Begitu pula Andri. Tak henti-henti ia melayangkan pandangannya ke arah dump truck miliknya yang masih teronggok di tengah aliran deras Sungai Logawa.

Dump truck itu terjepit di tengah bebatuan sebesar gajah. Sementara, sebelah kanan-kiri truk sudah tergerus, sehingga menciptakan aliran sungai tak tertembus. Hal itu menyebabkan tim evakuasi kesulitan mengevakuasi truknya.

Mereka terpaksa meninggalkan kendaraannya kala air bercampur material secara tiba-tiba menerjang pada Minggu petang kemarin. Saat itu, cuaca hanya mendung dan ditingkahi gerimis dan hujan intensitas sedang. Rupanya, banjir bandang disebabkan hujan lebat di atas lereng Gunung Slamet, hulu Sungai Logawa.

Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Kusworo mengatakan, tim Gabungan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Tagana, dan relawan hingga siang ini, baru berhasil mengevakuasi satu mobil pikap L-300 dan satu sepeda motor merek Yamaha Jupiter yang terbawa arus.

Adapun dump truck belum berhasil dievakuasi. Begitu pula, dua unit sepeda motor masih dalam pencarian.

"Satu unit sudah berhasil dievakuasi. Tinggal satu dump truck-nya yang belum. Motor berarti yang hilang masih dua. Satu sudah ditemukan di jarak 500 meter dari lokasi hanyut," kata Kusworo.

Menurut Kusworo, tim masih kesulitan mengevakuasi lantaran posisi truk berada di tengah aliran deras Sungai Logawa. Ia khawatir, jika dipaksakan justru akan membahayakan personel karena debit Sungai Logawa masih tinggi.

"Kita menunggu debit sungainya turun dulu. Baru setelah itu kita mencoba mengevakuasi lagi," ujarnya.

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Evakuasi Korban Longsor

Sementara, Komandan Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Banyumas, Heriana Adi Chandra, mengatakan saat ini pihaknya masih fokus mengevakuasi penghuni dan barang berharga di sejumlah rumah di Kelurahan Mersi, RT 01/06, Kecamatan Purwokerto Timur, akibat luapan air Sungai Pelus. Terjangan Sungai Pelus menyebabkan tebing belakang rumah longsor.

"Relawan dan masyarakat juga membersihkan lumpur dan material di rumah warga di Kelurahan Bobosan, Kober dan Kelurahan Kedungwuluh akibat meluapnya Sungai Banjaran," Adi menjelaskan.

Selain terjadi di Purwokerto, banjir juga menyebabkan jembatan antara Dusun Kaligondang di Desa Sambirata, Kecamatan Cilongok, putus. Akibatnya, ratusan warga Kaligondang terisolasi. Sementara di Desa Basen, air melimpas dan membawa material ke ladang dan sawah.

Sebelumnya, empat sungai di Kota Purwokerto dan Banyumas secara bersamaan mengalami banjir bandang. Akibatnya, ratusan rumah di sejumlah kelurahan terendam. Banjir juga merusak rumah penduduk dan jembatan. Keempat sungai itu adalah Sungai Pelus, Banjaran, Logawa, dan Sungai Prukut.

 

Loading