Sukses

Harimau 'Momong' Anak di Perkampungan, Warga Resah

Liputan6.com, Indragiri Hilir - Harimau betina dengan dua ekor anaknya di Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, masih berkeliaran di Kanal 25 Dusun Simpang Kanan, Desa Tanjung Simpang, Kecamatan Plangiran. Warga dimintai membekali diri dengan benda yang bisa menimbulkan bunyi keras di rumahnya.

"Misalnya mercon atau petasan dan kembang api. Tidak boleh senjata tajam karena hewan ini dilindungi negara," kata Kabid Humas Polda Riau Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Sabtu malam, 3 Juni 2017.

Warga diminta menyalakan benda tersebut jika melihat hewan berkulit belang itu memasuki perkebunan ataupun permukiman. Bunyi yang dihasilkan diharap dapat mengusir harimau kembali ke hutan ataupun habitatnya.

Tindakan seperti ini disebut Guntur selalu efektif mengusir hewan liar. Cara ini dinilai lebih aman dan tidak mengakibatkan harimau mengalami luka fisik yang bisa saja berakibat kematian.

"Harimau ini termasuk kategori hewan hampir punah. Makanya warga dilarang keras menggunakan senjata berbahaya untuk mengusir dari permukiman serta perkebunan," ucap mantan Kapolres Pellawan ini.

Sebelumnya pada Jumat, 2 Juni 2017, personel Polres Indragiri Hilir bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Polhut, dan WWF Wilayah Riau-Kepulauan Riau sudah ke lokasi tersebut untuk mengumpulkan informasi.

Di lokasi, petugas tersebut mendatangi beberapa tempat yang sering didatangi harimau itu dan meminta keterangan kepada saksi yang melihat dan merekam langsung penampakannya. Selain itu, juga dilakukan penyuluhan kiat menghindari gangguan binatang buas.

"Salah satunya ya bunyi-bunyian tadi untuk mengusir tanpa menyakiti. Warga dilarang keras menggunakan jerat, diminta berhati-hati dan mengurangi aktivitas serta tidak keluar sendiri," kata Guntur.

Tim gabungan memburu harimau untuk dikembalikan ke habitatnya (Liputan6.com / M.Syukur)

Petugas juga mendatangi rumah Acok dan Bahtiar. Dua warga ini sebelumnya pernah "bertatap" muka langsung dengan harimau itu, di mana anak Bahtiar nyaris jadi mangsa. Beberapa warga juga pernah diterkam ketika mencari kayu, tapi beruntung masih selamat.

Ke depannya, BBKSDA Riau dan WWF akan melakukan tindakan terhadap harimau ini. Hanya saja belum diketahui apakah akan ditangkap untuk direlokasi atau dikembalikan ke habitat supaya tidak mengganggu lagi.