Top 3: Gara-gara Tinja, Makassar Jadi Populer di Australia

Makassar kini menjadi perbincangan hangat di Australia. Kota ini berhasil mengelola tinja dengan baik hingga tidak mencemari air.

Diterbitkan 17 Mei 2016, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Makassar - Pemerintah daerah kota Makassar berhasil menemukan cara bagaimana mengelola tinja atau kotoran manusia agar tidak mencemari air.

Mereka berhasil mengelola tinja dengan mekanisme penyedotan secara terjadwal atau Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT).

Hingga malam hari ini, berita tersebut berhasil menyita banyak perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Selasa (17/5/2016).

Dua berita lainnya yang tak kalah diburu adalah satu buronan pembunuh Yuyun yang menyerahkan diri dan tetang anggota TNI yang dikeroyok warga Nabire, Papua.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Karena Tinja, Nama Makassar Harum di Australia

Walikota Makassar Moh Ramdhan Pomanto (Liputan6.com/ Eka Hakim)

Gara-gara tinja, kota Makassar mendadak terkenal di Brisbane, ibu kota negara bagian Queensland, Australia. 

Lalu kenapa bisa terkenal karena tinja? Mneurut Wali Kota Moh Ramdhan Pomanto persoalan inti sanitasi adalah bagaimana mengelola tinja dengan baik. Tinja yang tidak terkelola dengan baik maka akan mencemari air.

"Dan air sebagai pengantar akan mencemari tanah. Kemudian mencemari lingkungan. Jadi kami berhasil mengelola tinja dengan Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT)," ujar Danny, sapaan akrab sang wali kota.

Selengkapnya...

2. 1 Buronan Pembunuh Yuyun Serahkan Diri Usai Sembunyi 45 Hari

Buronan pemerkosa dan pembunuh Yuyun itu masih berusia 13 tahun, tapi licin berkelit dari kejaran aparat. (Liputan6.com/Yuliardi Hardjo Putro)

Satu dari dua buronan pelaku pemerkosaan yang berujung kematian terhadap bocah Yuyun (14), warga Desa Kasie Kasubun, Kecamatan Padang Ulak Tanding, Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyerahkan diri ke aparat kepolisian.

Pelaku berinisial JA yang masih berumur 13 tahun itu menyerahkan diri ke Mapolsek dengan diantar kepala Desa Kasie Kasubun bersama beberapa orang keluarga dekatnya. 

Selama 45 hari dalam pelariannya, JA bersembunyi di kebun atau petalangan milik pamannya di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Tersangka juga beberapa kali berpindah lokasi untuk mengelabui aparat yang mengejar. Bahkan, tersangka selalu menghilangkan seluruh jejak di pondok kebun yang pernah disinggahinya.

Selengkapnya...

3.  Anggota TNI Dikeroyok Puluhan Warga di Nabire

Ilustrasi Garis Polisi (Istimewa)

Anggota TNI dari Batalyon Raider 753/Nabire, Prada Anggun Cahyo Utomo (22) tewas di tempat, setelah dikeroyok lebih dari 50 warga di depan ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nabire.

Korban saat itu hendak mengecek identitas korban pengeroyokan, Yakobus Yedekoto, yang terjadi di Kelurahan Bumiwinorejo, Nabire, Papua.

Tindakan korban itu diduga memancing keluarga korban yang masih emosi atas kehilangan anggota keluarganya. Mereka langsung menyerang anggota TNI itu membabi buta.

Selengkapnya...