Sukses

Wisata Halal Lombok, MUI Sertifikasi 600 Kuliner dan Suvenir

Liputan6.com, Mataram - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat mengeluarkan sertifikasi ke lebih dari 600 produk-produk wisata halal baik berupa makanan, ataupun cinderamata setempat.

Tujuannya agar wisatawan muslim yang berkunjung ke Lombok tidak khawatir saat membeli oleh-oleh.

"Sertifikasi itu sebagai bentuk dukungan akan wisata halal, agar wisatawan muslim asal Timur Tengah merasa aman saat mengkonsumsi makanan atau membeli oleh-oleh di Lombok," kata Ketua MUI NTB Mustamiudin Ibrahim kepada Liputan6.com, Selasa 7 Maret 2016.

Kemenangan pulau Lombok pada World's Halal Tourism Award 2015 yang diselenggarakan di Abu Dhabi (UEA), dinilai bakal memicu kedatangan wisatwan mancanegara khususnya wisatawan asal Timur Tengah.

"Dengan kemenangan itu, saat ini banyak wisatawan muslim dari negara Timur Tengah yang datang berwisata  ke Lombok," kata Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Fauzal.

 



Pemprov NTB meyakini angka kunjungan wisatawan ke pulau Lombok dan Sumbawa  di tahun 2016 ini mencapai target 3 juta wisatawan.

Optimisme itu juga dari melihat tren angka kunjungan wisatawan pada bulan Januari dan Februari 2016.

"Januari kita mengalamai kenaikan angka kunjungan dibanding bulan Januari 2015. Begitu juga pada bulan Februari 2016 . Ini sebagai acuan bahwa target tersebut sangat bisa kita capai," ujar Fauzal.

Pada tahun 2015 lalu lebih dari 2,5 juta wisatawan datang ke NTB. Kunjungan agak menurun pada bulan November dan Desember akibat erupsi gunung Baru Jari.

Lalu berharap seluruh stackholder pariwisata baik pihak perhotelan di Lombok maupun dinas agar lebih gencar mempromosikan pulau Lombok dan Sumbawa sehingga pariwisata NTB tetap diminati dan menjadi destinasi favorit bagi wisatawan lokal maupun mancangera.

"Mari kita bersama sama dukung, agar kunjungan wisatawan ke Lombok dan Sumbawa lebih meningkat. Jika kunjungan wisatawan meningkat, maka ekonomi akan meningkat juga," ucap dia.

Rem Blong, Truk Molen Terguling di Bekasi
Loading