Sukses

FPI Ngotot Masuk Banyumas

Liputan6.com, Banyumas - Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dipastikan tetap hadir di Cilongok, Banyumas, 23 Februari esok, kendati muncul penolakan dari sejumlah ormas di Banyumas.

Wakil Ketua FPI DPW Cilacap, Ridho Anshori, menyatakan akan mem-back up atau mengerahkan massa FPI untuk mengamankan kehadiran Rizieq Shihab di Banyumas.

"Pokoknya kami akan mem-back up kegiatan pengajian itu. FPI Cilacap sudah siap," kata dia di Banyumas, Minggu 21 Februari 2016.

Ridho mengklaim tak hanya FPI Cilacap saja yang akan mem-back up safari dan pengajian Rizieq Shihab. Dia menyebut FPI Jawa Barat dan dan Jawa Tengah juga siap hadir di lokasi pengajian.

Soal penolakan sejumlah ormas di Banyumas, Ridho mengklaim pihaknya memiliki bukti bahwa sejumlah nama Ormas NU dicatut dalam spanduk tolak FPI yang muncul di sejumlah titik di Banyumas.

"Ada fotokopi pernyataannya juga dari Banser, dari Ansor dan dari PMII. Jadi, kami bicara itu ada bukti," kata Ridho.

 



Dikonfirmasi soal pencatutan logo, Komandan Banser Banyumas, Slamet Ibnu Ansori mengatakan secara resmi pihaknya tidak menghadiri rapat Koalisi Ormas Banyumas, Benteng Nusantara, untuk menyikapi kedatangan Rizieq di Banyumas, 23 Februari nanti.

"Karena kami secara resmi tidak mengutus delegasi untuk menghadiri rapat Benteng Nusantara, apa pun produk yang dihasilkan kami tidak ikut. Itu bukan merupakan produk Banser Banyumas," katanya melalui sambungan telepon, Minggu (21/2).

Banser Banyumas, kata dia, tetap mengedepankan situasi kondusif Banyumas secara luas. Soal aksi dan tindakan represi, kata dia, bukan bagian dari strategi Banser Banyumas.

"Kalau sekedar kedatangan Habib Rizieq tanpa simbol-simbol FPI, kami tidak keberatan," ujar dia.

Soal pencatutan logo Banser dan sejumlah ormas dalam naungan NU Banyumas, Ibnu mengaku hanya ingin mengklarifikasi secara internal.

"Kami tidak terlibat dalam produk yang dihasilkan dalam rapat menyikapi kedatangan Habib Rizieq," kata dia.

Loading