Sukses

10 Makanan untuk Cegah Anemia saat Idulfitri, Lebih Kuat

Liputan6.com, Jakarta Anemia merupakan masalah umum yang kerap ditemui. Anemia bisa dialami siapa saja, khususnya pada wanita. Anemia biasanya menyebabkan kelelahan, pusing, detak jantung tidak normal, sesak napas, hingga sakit di dada.

Gejala anemia bisa datang kapan saja, tak terkecuali saat bulan puasa dan Idulfitri. Anemia yang datang saat Idulfitri bisa mengganggu aktivitas silaturahmi dan bercengkrama bersama keluarga. Ada beberapa makanan yang bisa membantu mencegah anemia saat Idulfitri. 

Makanan untuk mencegah anemia meliputi makanan yang kaya zat besi dan vitamin lain yang penting untuk produksi hemoglobin dan sel darah merah. Makanan juga harus mencakup makanan yang membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik.

Makanan untuk cegah anemia ini bisa dikonsumsi saat Hari Raya Idulfitri. Dengan mencegah anemia, Anda akan merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita, pastinya tanpa gejala anemia yang mengganggu. Berikut makanan untuk cegah anemia, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa(27/4/2021).

2 dari 6 halaman

Makanan untuk atasi anemia saat Idulfitri

Daging dan unggas

Daging merah seperti daging sapi mengandung zat besi heme dalam jumlah tinggi. Daging unggas seperti ayam juga kaya protein, seng, selenium, dan beberapa vitamin B. Daging tanpa lemak memasok banyak zat besi, tergantung pada potongan dagingnya, dan mengandung bentuk zat besi yang lebih mudah diserap daripada zat besi dalam makanan nabati. Zat besi ini membantu produksi hemoglobin yang sehat.

Hati

Hati, baik itu hati ayam maupun hati sapi memiliki konsentrasi zat besi, vitamin B12, dan folat tertinggi. Daging organ juga tinggi protein dan kaya akan vitamin B, tembaga, dan selenium. Hati juga sangat tinggi vitamin A. Nutrisi pada hati sangat baik untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

3 dari 6 halaman

Makanan untuk atasi anemia saat Idulfitri

Ikan

Ikan tuna, haddock, mackerel, dan sarden adalah contoh ikan yang kaya akan zat besi. Zat besi dalam ikan termasuk bentuk zat besi yang lebih mudah diserap dan dipelihara dalam tubuh. Ikan juga penuh dengan asam lemak omega-3, yang merupakan jenis lemak yang menyehatkan jantung.

Kerang

Makanan laut, seperti kerang, tiram, dan kaviar, dapat menyediakan lebih dari kebutuhan harian akan zat besi dan vitamin B12 yang berperan dalam peningkatan kadar hemoglobin. Kerang adalah sumber zat besi alami yang baik. 100 gram kerang mengandung 28 mg zat besi, 22,1 mg vitamin C, dan 98,9 mcg vitamin B12.

4 dari 6 halaman

Makanan untuk atasi anemia saat Idulfitri

Kedelai

Kedelai dan edamame merupakan sumber zat besi nabati yang baik. Cara terbaik untuk mendapatkan manfaat kacang kedelai untuk tingkatkan kadar hemoglobin adalah dengan merebusnya. Kacang-kacangan seperti kedelai juga merupakan sumber folat, magnesium, dan kalium yang baik. Olahan kedelai seperti tahu dan tempe juga menjadi cara menarik untuk menikmati biji-bijian ini.

Buah kering

Buah kering adalah buah yang hampir semua kandungan airnya dihilangkan melalui metode pengeringan. Buah kering dapat disimpan lebih lama dari buah segar dan bisa menjadi makanan ringan yang lezat. Aprikot kering, kismis, dan kurma adalah sumber zat besi yang lezat. Faktanya, 100 gram buah kering memiliki 0,8 miligram zat besi. Selain zat besi, buah-buahan kering ini juga mengandung serat dan vitamin esensial.

5 dari 6 halaman

Makanan untuk atasi anemia saat Idulfitri

Brokoli

Per 100 gram brokoli mengandung 2,7 miligram zat besi. Selain itu, brokoli juga mengandung nutrisi penting lainnya, seperti magnesium dan vitamin A dan C. Vitamin C pada brokoli membantu penyerapan zat besi secara efektif. Vitamin C juga mendukung sistem kekebalan tubuh dan dapat membantu mencegah kanker, penyakit kardiovaskular, katarak, dan anemia.

Bayam

Sayuran hijau, terutama yang berdaun gelap, adalah di antara sumber zat besi nonheme terbaik. Beberapa sayuran hijau juga mengandung folat dan vitamin C. Bayam adalah sumber zat besi yang sangat baik. Zat besi membantu menciptakan hemoglobin, yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. 100 gram bayam mentah mengandung 2,7 mg zat besi. Meskipun ini adalah zat besi non-heme, yang tidak diserap dengan baik, bayam juga kaya akan vitamin C. Vitamin C secara signifikan meningkatkan penyerapan zat besi.

6 dari 6 halaman

Makanan untuk atasi anemia saat Idulfitri

Biji labu

100 gram biji labu mengandung sekitar 15 miligram zat besi. Jumlah ini memenuhi 83 persen dari nilai yang direkomendasikan setiap hari. Selain itu, biji labu merupakan sumber vitamin K, magnesium, seng, dan mangan yang baik. Biji labu juga memberikan dosis antioksidan yang baik seperti vitamin E dan karoten. Biji labu utuh juga merupakan sumber serat yang baik.

Jeruk

Jeruk terkenal akan kandungan vitamin C-nya. Vitamin C dalam jeruk, seperti jus jeruk, membantu tubuh menyerap zat besi dengan lebih baik. Vitamin ini menangkap zat besi non-heme dan menyimpannya dalam bentuk yang lebih mudah diserap oleh tubuh.